TPA Toisapu Dinilai Tak Layak, HAKLI Wacanakan TPA Bersama Ambon–Maluku Tengah

Ketua Satgaskhus Kebencanaan HAKLI Johny Sumbung, SKM, MKes / Foto : Ist
Ketua Satgaskhus Kebencanaan HAKLI Johny Sumbung, SKM, MKes / Foto : Ist

Koreri.com, Ambon – Gagasan pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah satelit antara Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah kembali mengemuka.
Langkah ini dinilai sebagai solusi strategis mengatasi persoalan sampah yang kian mendesak di Pulau Ambon.

Ketua Satgaskhus Kebencanaan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), Johny Sumbung, SKM, MKes, dalam keterangan tertulisnya kepada Koreri.com, Selasa (3/3/2026), menegaskan bahwa kondisi TPA di Kecamatan Leitimur Selatan sudah tidak layak menampung volume sampah yang terus meningkat.

Menurutnya, TPA Toisapu dengan sistem open dumping terindikasi mencemari lingkungan. Air lindi berpotensi meresap ke tanah dan mencemari sumber air, sementara gas metana, karbon dioksida, amonia, hingga hidrogen sulfida mengancam kualitas udara di sekitarnya.

“Sejak awal saya sudah ingatkan TPA Toisapu itu harus dievaluasi. Kita perlu langkah yang lebih komprehensif,” ujarnya.

Sumbung mewacanakan pembangunan TPA satelit di wilayah Pulau Ambon yang masuk administrasi Maluku Tengah, seperti kawasan Leihitu atau Salahutu.

Ia menilai perlu ada pertemuan bersama antara Pemerintah Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah untuk merumuskan solusi terpadu.

Pasalnya, interaksi warga kedua daerah berlangsung setiap hari. Sebagian sampah di Ambon berasal dari Maluku Tengah, begitu pula sebaliknya, sampah yang mencemari pesisir Maluku Tengah tak lepas dari aktivitas di Ambon.

“Bisa saja Maluku Tengah menyiapkan lahan, sementara Ambon menyediakan armada dan teknologi. Dengan begitu, TPA bisa digunakan bersama,” sarannya.

Sumbung menekankan, sistem pengelolaan harus beralih ke sanitary landfill agar sampah terkontrol dan lebih ramah lingkungan, disertai pengawasan ketat serta pembinaan berkelanjutan. Langkah ini, kata dia, bukan hanya demi mengejar penghargaan Adipura, tetapi juga untuk keberlanjutan lingkungan kedua daerah.

Mantan Direktur di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat itu juga menyebut, Kota Ambon saat ini tidak lagi memiliki lahan memadai untuk membangun TPA baru.

“Opsi mengubah TPA Toisapu menjadi sanitary landfill bisa dipertimbangkan. Namun jika tidak memungkinkan, TPA satelit adalah solusi terbaik,” tegasnya.

Sumbung mengingatkan, persoalan sampah merupakan isu nasional bahkan global yang membutuhkan kolaborasi lintas daerah.

“Kalau dua daerah bersatu dalam satu program bersama, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kampanye kita sederhana: Selamatkan Pulau Ambon dari sampah,” tandasnya.

Di sisi lain, Sumbung mengapresiasi langkah Wali Kota Ambon yang dinilai konsisten memerangi persoalan sampah melalui berbagai kebijakan dan upaya konkret.

“Kami melihat ada keseriusan. Itu patut diapresiasi,” pungkasnya.

RLS