Saadiah Uluputty Dorong Pembenahan Bandara Pattimura Ambon, Ini Alasannya

SaadiahUluputty Bandara Pattimura Ambon

Koreri.com, Ambon – Anggota Komisi V DPR RI Saadiah Uluputty mendorong pengembangan Bandara Pattimura Ambon agar lebih merepresentasikan identitas budaya dan keramahan khas Maluku.

Hal itu disampaikannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pemerintah Provinsi Maluku dan sejumlah mitra perhubungan, termasuk pihak Angkasa Pura, di Kantor Gubernur setempat, Kota Ambon, Kamis (7/5/2026).

Menurut Saadiah, bandara dan pelabuhan merupakan wajah pertama yang dilihat masyarakat maupun wisatawan ketika datang ke Maluku. Karena itu, ia berharap nuansa budaya dan kekayaan daerah dapat lebih ditampilkan di area bandara.

“Wajah Maluku itu ada di dermaga dan bandara. Jadi keinginan kami, ketika orang datang ke Maluku, mereka langsung merasakan ciri khas Maluku,” imbuhnya.

Saadiah menjelaskan bahwa identitas Maluku dapat ditampilkan melalui berbagai simbol daerah seperti laut, ikan, pala, cengkeh, hingga nuansa budaya dan musik yang selama ini menjadi kekuatan Maluku.

Menurutnya, konsep “Ambon Kota Musik” juga perlu lebih dihidupkan di bandara agar wisatawan mendapat pengalaman khas sejak pertama kali tiba.

“Saya lihat sudah ada musik saat penumpang turun, itu sudah bagus. Tapi mungkin bisa ditambah lagi semacam pojok pertunjukan atau ruang kecil yang menampilkan budaya Maluku,” katanya.

Anggota Fraksi PKS DPR RI ini mencontohkan beberapa daerah lain yang telah menampilkan identitas lokal secara kuat di bandaranya sehingga memberi kesan mendalam bagi wisatawan.

Ia juga mendorong adanya ruang khusus UMKM di bandara yang menjual produk khas Maluku seperti pala, cengkeh, kerajinan daerah, hingga hasil olahan lokal.

“Kita ini kaya dengan produk khas daerah, tetapi kadang orang datang ke Maluku pulang tanpa tahu apa kekhasan Maluku. Padahal banyak sekali yang bisa diperkenalkan,” ungkapnya.

Selain penataan kawasan bandara, Legislator RI asal Dapil Maluku turut menyoroti pelayanan transportasi penjemputan di area bandara, khususnya taksi bandara.

Ia berharap para pengemudi dapat diajak kerjasama agar lebih ramah dan mampu menjadi bagian dari pendukung sektor pariwisata Maluku.

“Kita ingin menjual jasa dan pariwisata juga. Jadi kesan pertama itu penting. Mungkin bisa ada pembinaan rutin atau pengaturan pelayanan yang lebih ramah dan tertata,” ujarnya.

Saadiah juga mengusulkan adanya kerja sama antara Angkasa Pura dan para pengemudi transportasi bandara melalui sosialisasi atau pertemuan rutin agar bersama memahami peran penting dalam mendukung citra wisata Maluku.

Tak hanya itu, persoalan kebersihan fasilitas bandara juga menjadi perhatian Saadiah, terutama kondisi toilet dan mushola yang menurutnya perlu mendapat perhatian lebih serius.

“Kebersihan itu sangat penting, terutama toilet. Orang datang pasti melihat fasilitas dasar seperti itu. Begitu juga mushola, kalau bisa dipisahkan lagi antara laki-laki dan perempuan serta diperbaiki fasilitasnya,” katanya.

Saadiah berharap berbagai masukan tersebut dapat menjadi perhatian dalam pengembangan Bandara Pattimura Ambon ke depan, sehingga tidak hanya menjadi pusat transportasi, tetapi juga etalase budaya dan pariwisata Maluku yang nyaman, bersih, dan berkesan bagi setiap pengunjung.

RLS