Pemkot Sorong Siapkan 38 Sapi Qurban Idul Adha 2026

IMG 20260520 WA0038 1

Koreri.com, Sorong– Dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan hari besar keagamaan sekaligus menjamin ketersediaan hewan qurban yang sehat dan layak konsumsi, Pemerintah Kota Sorong menyiapkan sebanyak 38 ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan umat muslim dalam perayaan hari raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kepala Dinas Pertanian Kota Sorong, Nelwan Hara memastikan seluruh sapi qurban yang disiapkan telah melalui proses pemeriksaan kesehatan dan administrasi secara ketat oleh tim teknis.

“Sebanyak 38 ekor sapi qurban telah kami siapkan. Seluruhnya sudah melalui pemeriksaan kesehatan dan administrasi sehingga dipastikan memenuhi standar nasional,” kata Nelwan, Rabu (30/5/2-26).

Nelwan mengatakan, hewan qurban tersebut berasal dari peternak lokal binaan Dinas Pertanian Kota Sorong. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memberdayakan peternak lokal dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Sapi qurban tahun ini seluruhnya berasal dari Kota Sorong, dari peternak binaan kami,” tandasnya.

Selain itu, Dinas Pertanian juga melakukan pengobatan dan pengawasan kesehatan hewan secara intensif beberapa pekan sebelum hari penyembelihan guna memastikan hewan kurban bebas dari penyakit.

Distribusi sapi kurban nantinya akan disesuaikan dengan data panitia pelaksana di masjid-masjid yang tersebar di Kota Sorong. Pemerintah juga telah menyiapkan personel pendamping untuk memastikan proses penyembelihan berjalan sesuai ketentuan.

“Kami telah menggelar rapat teknis untuk menyiapkan petugas pendamping saat pemotongan hewan kurban di hari pelaksanaan,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Sorong, Rocky Kawer, menegaskan bahwa pengawasan hewan kurban dilakukan secara menyeluruh guna memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat memenuhi prinsip ASUH, yakni aman, sehat, utuh, dan halal.

Pengawasan dilakukan melalui dua tahapan pemeriksaan, yaitu antemortem (sebelum penyembelihan) dan postmortem (setelah penyembelihan).

“Setelah pemeriksaan antemortem, kami menerbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang ditandatangani dokter hewan berwenang,” ungkapnya.

Rocky menambahkan, pemeriksaan postmortem juga penting untuk mendeteksi potensi penyakit pada organ hewan. Jika ditemukan indikasi penyakit, maka bagian tersebut akan dipisahkan dan diperiksa lebih lanjut di laboratorium karantina hewan.

“Langkah ini untuk memastikan daging yang dibagikan kepada masyarakat benar-benar aman untuk dikonsumsi,” tegasnya.

Pada Idul Adha tahun ini, jumlah lokasi pemotongan hewan kurban ditargetkan meningkat menjadi sekitar 30 hingga 35 masjid, dibandingkan tahun sebelumnya yang berkisar 22 masjid. Pendataan dilakukan bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Musyawarah Mubalig Indonesia.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Pemerintah Kota Sorong berharap pelaksanaan Idul Adha 2026 dapat berjalan lancar, aman, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

RED