Koreri.com, Nabire – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) se-Provinsi Papua Tengah mengikuti Sosialisasi Program Pensiun Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup kerja setempat.
Sosialisasi berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Selasa (7/7/2026).
Giat ini diinisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui BKPSDM bekerja sama dengan PT TASPEN dan Bank Mandiri Taspen.
Turut hadir, para Kepala BKPSDM se-Provinsi Papua Tengah serta para ASN calon purnabakti dan narasumber.
Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum Victor Fun menyebutkan bahwa masa purnabakti atau pensiun adalah fase alamiah yang pasti akan dilalui oleh setiap ASN.
Namun pensiun itu bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah babak baru untuk terus berkarya di tengah masyarakat dengan cara dan ruang yang berbeda.

Oleh karena itu, jaminan kesejahteraan di masa tua merupakan hak mutlak yang harus dikelola secara profesional, transparan, dan memudahkan.
Pemprov Papua Tengah, lanjut Gubernur menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada PT TASPEN (Persero) dan Bank Mandiri Taspen atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini.
Diakuinya, seringkali muncul menjelang masa pensiun, kekhawatiran administrasi yang terkait dianggap pengurusan rumit, atau kebingungan dalam mengelola masa depan finansial.
“Maka melalui sosialisasi ini, kita berharap segala bentuk birokrasi pengurusan hak penjaminan hari tua dapat dipangkas dan dipermudah melalui sistem pelayanan yang terintegrasi,” harap Gubernur.
Pemerintah Daerah berpesan kepada PT TASPEN dan Bank Mandiri Taspen, agar terus memberikan layanan jemput bola dan kemudahan akses, mengingat letak geografis wilayah Papua Tengah yang memiliki tantangan tersendiri.

Kepada program layanan Bank Mandiri Taspen, Gubernur juga berharap adanya skema-skema yang dapat memberdayakan para pensiunan melalui program yang edukatif.
“Hal ini penting agar para purnabakti kita tidak hanya menerima hak bulanan, tetapi juga memiliki bekal literasi keuangan untuk menjaga produktivitas, kemandirian, dan kesehatan di hari tua,” imbuhnya.
Gubernur secara khusus berpesan kepada seluruh ASN calon purnabakti agar dapat manfaatkan momentum sosialisasi ini dengan sebaik-baiknya.
“Tanyakan segala hal yang belum dipahami terkait hak tabungan hari tua, jaminan pensiun, hingga fasilitas layanan perbankan yang tersedia agar tidak ada kendala di kemudian hari,” pungkasnya.
HMS
























