Koreri.com,sorong – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat Daya (PBD) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penilaian Indeks Ketahanan Daerah (IKD) di Ruang Rapat Lantai III Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Kamis (27/8/2026).
Kepala BPBD PBD, Dr. George Yarangga, A.Pi., M.M., menegaskan IKD tidak boleh sekadar menjadi penilaian angka, tetapi harus menjadi instrumen untuk mengukur kesiapan dan kapasitas daerah dalam menghadapi risiko bencana.
“Jangan sampai kita mengejar skor, tetapi kondisi nyata di lapangan belum menunjukkan peningkatan kapasitas,” tegas George.
Ia meminta seluruh data yang digunakan dalam penilaian IKD disajikan secara objektif, valid, aktual, terukur, serta dapat diverifikasi dan dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, hasil penilaian IKD tahun 2026 harus menjadi dasar penyusunan program dan penganggaran tahun berikutnya. Indikator yang masih lemah perlu ditindaklanjuti melalui rencana aksi yang jelas.
Dikatakan penguatan kesiapsiagaan perlu menjangkau hingga kabupaten, kota, dan masyarakat di wilayah berisiko.
Prioritasnya meliputi pembentukan desa dan kelurahan tangguh bencana, penguatan sistem peringatan dini, jalur evakuasi, edukasi dan simulasi kebencanaan, kesiapan relawan dan logistik, serta perlindungan kelompok rentan.
BPBD juga mendorong penguatan sistem data kebencanaan yang terintegrasi dan diperbarui secara berkala sebagai dasar pengambilan keputusan.
Melalui FGD tersebut, BPBD PBD berharap penilaian IKD 2026 menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat kapasitas daerah dan kesiapsiagaan masyarakat.
“Target kita bukan hanya meningkatkan nilai IKD, tetapi membangun daerah yang tangguh dan siap sebelum bencana terjadi,” ujar George.
Sementara itu Penelaah Teknis Kebifakan
Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko
Bencana Kedeputkan Sistem dan Strategi BNPB Trevi Jayanti Puspasari menyatakan provinsi PBD diharapkan dapat memenuhi dasar-dasar manajemen tata pengetahuan dan pemahaman resiko bencana.
“Hari ini BNPB hadir sebagai pendampingan dari pengukuran nilai kapasitas daerah di Provinsi Papua Barat Daya dalam menghadapi ancaman bencana, ” jelasnya.
ZAN


























