Reses DPRP PBD: Warga Makbon Keluhkan Tiang Berdiri, Rumah Belum Teraliri Listrik

Febry Jein Andjar Reses DPRP PBD di Distrik Makbon2
Anggota DPRP PBD Febry Jein Andjar, SE., MM saat melakukan kunjungan Reses II tahun 2026 di Distrik Makbon, Kabupaten Sorong / Foto : Ist

Koreri.com, Sorong – Persoalan akses listrik menjadi salah satu keluhan utama masyarakat dalam Reses II Tahun 2026 Anggota DPRP Papua Barat Daya (PBD) Febry Jein Andjar, SE., MM di Distrik Makbon, Kabupaten Sorong.

Reses tersebut dilaksanakan di Kampung Malaumkarta dan dihadiri Kepala Kampung bersama perwakilan masyarakat dari Kampung Malaumkarta, Mibi, dan Swatolo, Senin (24/8/2026).

Dalam pertemuan itu, warga menyoroti jaringan listrik yang hingga kini belum menjangkau permukiman masyarakat secara optimal. Padahal, sejumlah tiang listrik telah berdiri dan berjejer di sepanjang jalan maupun lahan milik warga sejak cukup lama.

Ironisnya, masyarakat mengaku telah memberikan ruang bagi pembangunan jaringan listrik dengan merelakan sebagian lahan serta tanaman tumbuh di atas tanah mereka agar pembangunan tiang listrik dapat dilakukan dan akses penerangan menjangkau kampung-kampung di Distrik Makbon.

Namun, listrik yang diharapkan belum kunjung dinikmati masyarakat.

Kondisi tersebut memunculkan kekecewaan warga. Bahkan, dalam pertemuan reses, masyarakat melontarkan ancaman akan merobohkan tiang-tiang listrik yang dinilai hanya menjadi “hiasan” di pinggir jalan jika persoalan tersebut tidak segera diselesaikan.

Bagi masyarakat, keberadaan tiang listrik tanpa aliran listrik menjadi pemandangan yang memprihatinkan. Mereka mempertanyakan kapan masyarakat di wilayah tersebut benar-benar dapat menikmati penerangan yang layak.

Selain listrik, warga juga menyampaikan aspirasi terkait pembangunan rumah ibadah. Gereja Silo, misalnya, membutuhkan dukungan untuk penyelesaian pembangunan gedung serta pengadaan meubelair.

Aspirasi lainnya berkaitan dengan pengembangan potensi wisata Pantai Gauksuak. Masyarakat meminta dukungan sarana dan prasarana dasar, terutama toilet dan tempat bilas.

Febry Jein Andjar Reses DPRP PBD di Distrik Makbon
Pose bersama / Foto : Ist

Pantai Gauksuak saat ini mulai diminati sebagai lokasi berkemah, memancing, serta wisata pengamatan burung khas Papua. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat adat apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.

Masyarakat bahkan telah membangun satu unit homestay secara swadaya. Namun, keterbatasan listrik dan jaringan internet membuat pengelolaan destinasi wisata tersebut belum berjalan maksimal.

Padahal, Pantai Gauksuak memiliki lokasi strategis karena hanya berjarak sekitar 10 menit perjalanan menuju Pulau Um. Kondisi ini membuka peluang ekonomi lain bagi masyarakat, termasuk jasa penyewaan perahu bagi wisatawan.

Masyarakat adat berharap Pemerintah dan DPRP PBD memberikan perhatian terhadap pengembangan potensi wisata tersebut sehingga warga dapat mengelola sumber daya di wilayah hak ulayat mereka secara mandiri dan meningkatkan perekonomian keluarga.

Dalam reses tersebut, warga juga mengeluhkan berkurangnya Dana Kampung secara drastis yang dinilai berdampak terhadap kemampuan kampung dalam membiayai berbagai kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Reses II Tahun 2026 Febry Jein Andjar sendiri tidak hanya dilaksanakan di Distrik Makbon. Sebelumnya, kegiatan serap aspirasi juga berlangsung di Distrik Aimas, masing-masing di Kelurahan Malagusa dan Malawele.

Berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam rangkaian reses tersebut menjadi bahan bagi anggota DPRP Papua Barat Daya untuk diperjuangkan melalui fungsi representasi dan pengawasan di lembaga legislatif.

RED