Koreri.com, Ambon – Momen pemecahan rekor MURI atas makanan olahan terbanyak berbahan dasar sagu di puncak peringatan HUT Provinsi Maluku ke 77 tahun ini tak terlepas dari dedikasi Ina Latu Maluku Widya Pratiwi Murad Ismail.
Melalui inspirasinya yang besar bagi Maluku tercinta, telah terukir Rekor MURI atas makanan olahan terbanyak berbahan dasar sagu, Sabtu (20/8/2022).
“Dengan ini juga saya akan mempromosikan sagu yang adalah makanan pokok Maluku ke nasional dan manca Negara. Dan perolehan rekor MURI ini merupakan hadiah yang terindah bagi provinsi Maluku di usia ke 77,” tandas Widya kepada kepada pers di tribun lapangan Merdeka Ambon, Sabtu (20/8/2022).
Diakuinya, bahwa apa yang diraih hari ini adalah bentuk kerja yang tulus untuk orang Maluku.
“Dengan keberhasilan ini harus menjadi contoh bagi masyarakat Maluku yang saya sangat cintai, agar jadi inspirasi dan motivasi kita semua,” tandasnya.
Widya mengaku di setiap kesempatan, dirinya terus berujar “Kalau bukan katong sapa lai dan kalau bukan sekarang kapan lai”.
“Kita harus tunjukkan kepada dunia, melalui Sagu Maluku kita bisa dan akan selalu kokoh karena pohon sagu itu semuanya berguna untuk kehidupan umat manusia. Dan setiap saya berkunjung ke 11 Kabupaten/Kota di dalam perjalanan baik sisi kiri maupun kanan terlihat daun sagu melambai-lambai mau menyatakan kalau ia sangat berguna untuk orang Maluku. Makanya saya terinspirasi untuk melakukan ini,” bebernya.
Lanjut Widya, target pihaknya telah diusung sejak 2021 yang merupakan program PKK dari Pokja III mengenai makanan pangan lokal. Dan untuk itu, tim TP – PKK langsung menggaet Dinas Ketahanan Pangan sebagai instansi teknis.
“Kami TP PKK ini adalah mitra Pemerintah maka dari itu kita harus berkolaborasi. Dan apa yang telah kita impikan bersama saat ini sudah terwujud dan sebagai anak Maluku pasti katong semua bangga sagu memiliki arti penting untuk kehidupan kita ke depan,” lanjutnya.
Widya berjanji akan membawa makanan olahan berbahan dasar sagu ini hingga berjaya di kanca Nasional dan bahkan internasional.
“Yang terpenting orang Maluku siap untuk mengolahnya. Dan insya Allah, akan ada lagi pangan lokal yang diluncurkan, namun belum waktunya untuk disampaikan karena ini akan menjadi sesuatu yang surprise,” janjinya.
Widya menegaskan pula Maluku luar biasa karena memiliki olahan dari sagu yang begitu banyak hingga 521 jenis.
“Saya sangat terpesona dan merasa bangga dengan Maluku,” pungkasnya.
JFL
























