Koreri.com, Jayapura – Komandan Korem 172/PWY, Brigjen TNI. JO Sembiring menghimbau Kelompok Separatis Teroris (KST) pimpinan Lamek Taplo untuk mendukung rencana pemulangan masyarakat Kiwirok ke kampung halaman dalam waktu dekat.
“Saya Danrem 172/PWY JO Sembiring minta kepada saudara saya Lamek Taplo mari sama-sama membantu masyarakat Kiwirok dan jaga masyarakat kita,” kata Danrem 172/PWY, Brigjen TNI. JO. Sembiring dalam keterangannya, Jumat (4/11/2022).
Danrem juga menghimbau kepada KST pimpinan Lamek Taplo dan teman-temannya untuk mendukung pembangunan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang agar lebih maju.
“Tahun depan kita ada rencana untuk membangun di Kiwirok dan Bupati sendiri berkomitmen membangun Distrik ini,”ujarnya.
Jenderal bintang satu ini juga meminta Lamek Taplo cs untuk menghentikan kekerasan, semoga pada bulan Desember ini warga Kiwirok yang keluar agar dapat merayakan Natal Tahun ini di Kiwirok bersama dan merasakan damai Natal.
“Kasian ini masyarakat yang sudah setahun lebih tidak melihat rumahnya, kampungnya, kebunnya dan mereka ini ingin maju dan kembali ke Kiwirok,” kata Danrem.
Dikatakan, Distrik Kiwirok ini hanya terlihat TNI/Polri yang berjaga dan juga Kelompok Separatis Teroris (KST) Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo yang dipisahkan dua bebukitan dan dipisahkan aliran sungai serta terlihat saling berjaga satu sama lain.
Dimana Kiwirok terdiri dari ketinggian yang mengakibatkan pesawat dan helikopter rentan masuk, sementara jalur tranportasi darat sama sekali tidak ada.
Bahkan beberapa waktu lalu ungkap Danrem, ada pesawat yang mendorong masuknya logistik yang ditembak kembali dan ini yang membuat penerbangan sipil sampai sekarang belum berani masuk ke Kiwirok.
Oleh sebab itu Danrem menargetkan yang pertama adalah bagaimana mengamankan jalur masuk pesawat sehingga pesawat sipil berani masuk. Karena menurut Danrem jika masyarakat sudah ada di Kiwirok, namun pesawat belum bisa masuk maka bantuan-bantuan dari Pemda tidak akan dapat disalurkan dan pembangunan akan terhambat.
“Saya minta juga Lamek Taplo jangan menembaki pesawat komersil karena ini menunjukkan di dunia Internasional bahwa kita ini tidak bermartabat dan ini bisa menjadi insiden,” tegasnya.
REM-172
























