Masyarakat Kota Tual dan Malra Heboh “Beras Plastik”

Ilustrasi beras pplastik

Koreri.com, Tual – Masyarakat Kota Tual dihebohkan dengan berita “Beras Plastik”.

Hal itu, menyusul beredarnya video dugaan beras plastik yang sampai ke tangan warga di wilayah itu.

Bahkan kini kehebohan tersebut semakin menjadi perbincangan serius hingga ke kalangan masyarakat di  wilayah tetangga, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).

Video berdurasi lebih dari dua menit itu sontak viral di media sosial, karena beras yang diperoleh warga tersebut dikemas dalam karung ukuran 50 kg dengan label Beras Bulog. Diketahui lokasi tersebut yakni di daerah Fidabot (Kota Tual).

Kejadian ini pun mendapat perhatian serius Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Malra.

Dalam pernyataannya kepada media ini di Langgur, Senin (27/1/2020), Ketua GP Ansor Malra Husin Rahajaan mengungkapkan, dengan beredarnya video yang viral di medsos tentang adanya dugaan beras plastik yang sampai ke tangan masyarakat (konsumen), pihaknya langsung menuju ke lokasi dimana video tersebut diambil.

“Diketahui lokasi tersebut yakni di daerah Fidabot (Kota Tual). Setibanya saya dan beberapa teman pengurus di lokasi, kami langsung melihat kondisi beras yang diduga beras plastik tadi,” ungkapnya.

GP Ansor selaku organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan merasa perlu untuk memastikan soal informasi tentang adanya beras plastik yang diduga beras Bulog.

“Tujuan kami ke lokai tersebut adalah untuk mensinkronkan sekaligus memastikan informasi yang beredar di masyarakat, agar nantinya diperoleh informasi yang valid (benar),” cetusnya.

Seusai melakukan investigasi dan mengambil sampel beras dimaksud, langkah selanjutnya yakni pihaknya melakukan audiens dengan Kepala Kantor Bulog Tual.

“Audiensnya pagi tadi sekitar pukul 09.45 Wit pagi tadi, dan dalam pertemuan itu kami menyampaikan hasil investigasi kami semalam di lokasi kejadian kepada Kepala Kantor Bulog Cabang Tual yakni Bapak Mohamad Sofyan Sohilauw. Bahkan beliau mengizinkan kami untuk melakukan uji petik di gudang Bulog,” bebernya.

Rahajaan mengungkapkan, GP Ansor Malra meminta kepada Kepala Bulog Tual, agar untuk memastikan beras tersebut adalah beras plastik atau bukan maka harus dilakukan uji laboratorium (di Ambon).

“Kebetulan kami saat investigasi semalam juga mengambil sampel beras yang diduga beras plastk itu dan kami serahkan kepada beliau. Dan hari ini juga (siang tadi) sampel beras tersebut sudah dikirim ke Ambon untuk dilakukan uji lab. Nanti hasilnya akan disampaikan terbuka kepada masyarakat,” tandasnya.

Selain di Gudang Bulog, GP Ansor juga melakukan investigasi ke gudang tepat berada di kawasan Wara (masih wilayah Kota Tual).

“Beras di gudang di Wara tersebut adalah beras yang baik, bersih dan layak untk dikonsumsi oleh masyarakat Maluku Tenggara dan Kota Tual,” imbuhnya.

Selain gudang di Wara, pihaknya juga melakukan pengecekan di salah satu agen penyaluran beras Bulog, di areal pasar Tual.

“Saya sampakikan kepada yang bersangkutan jika nantinya hasil uji lab membuktikan beras tersebut adalah beras plastik maka yang bersangkutan juga harus mempertanggungjawabkan, dan yang bersangkutan bersedia dituntut jika bersalah,” tegasnya.

Rahajaan mengingatkan, bahwa pihaknya akan tetap mengawal proses ini hingga tuntas, karena sampel beras yang diduga beras platik tersebut sudah diambil dari konsumen Bulog dan dari pasar untuk ditindaklanjuti ke pengurus wilayah di Ambon bahkan ke pengurus pusat di Jakarta.

“Sehingga nantinya jika hasil uji lab menyatakan bahwa beras yang beredar di masyarakat adalah beras plastik maka kami minta pengurus wilayah dan pengurus pusat GP Ansor agar mengambil tindakan tegas,” pungkasnya.

GRL