Koreri.com, Jayapura – Yayasan Lima Sila akan menggelar Youth Leadership Forum bagi 100 pemuda Papua di Kota Jayapura, 7 – 9 Februari 2020.
Pendiri Yayasan Lima Sila, Komarudin Watubun menjelaskan pelaksanaan Youth Leadership Forum dalam rangka menyiapkan pemimpin muda yang berkarakter dan beretika di tanah Papua.
Menurutnya, persoalan bangsa indonesia saat ini di nilai sangat berat pada masalah kepemimpinan, sehingga dari Timur Indonesia akan menyiapkan pemimpin yang berkarakter dan etika untuk masa depan bangsa Indonesia.
“Karena dari pemimpinlah akan menentukan runtuh atau berdirinya sebuah bangsa. Jika pemimpin salah dalam mengambil keputusan maka bangsa akan porak poranda,’’ tegas Komarudin Watubun kepada wartawan di Jayapura, Kamis (6/2/2020).
Dikatakan, Youth Leadership Forum khusus bagi generasi usia milineal mulai dari SD sampai SMA kelas II yang mudah dan masih bisa di bentuk karakaternya.
“Jadi, kegiatan ini khusus bagi anak sekolah karena karakter penting dalam mempengaruhi pengambilan keputusan,’’ katanya.
Ada tiga hal yang dititikberatkan dalam youth leadership forum, yaitu TQ leadership yang berisi pengetahuan penentu kepemimpinan yang hikmat bijaksana yakni logika, etika dan estetika.
Tiga pengetahuan tersebut diyakini penting dimiliki anak muda sejak dini sebagai pendidikan karakter untuk mewujudkan leadership for sustainability.
“Kita datangkan dosen spesial dari Makassar yang berbicara mengenai etika, Dekan Universitas Kristen Indonesia juga bicara tentang estetika, karena nilai- nilai kepemimpinan ini kita perkuat dengan latihan kepemimpinan yaitu latihan intelejen informasi,” sambung Komarudin.
Pelatihan generasi muda yang digelar Yayasan Lima Sila dimulai dari Timur Indonesia, karena wilayah ini berpotensi menjadi pusat poros dunia sehingga membutuhkan pemimpin yang tepat dan bisa mengambil keputusan yang membawa keberlangsungan ekonomi sosial dan lingkungan.
‘’Kita persiapkan pemimpin yang mengambil keputusan dari informasi sebab tanpa informasi pemimpin bisa mengambil keputusan suka-suka, kemampuan terbatas, tidak mau dengar orang, dan menghasilkan keputusan yang konyol,’’ tekannya.
Peserta pelatihan juga nantinya akan menanam pohon untuk memberikan pelajaran bahwa seorang pemimpin harus menyatu dengan alam. Dengan menanam pohon, mereka bisa memahami pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.
Metode pelatihan 20 persen teori dan diskusi lewat forum dan 80 persen outbond.
Ditambahkan, Youth Leadership Forum ini akan berkelanjutan di kawasan Indonesia timur seperti Maluku, Maluku Utara, NTT dan Papua.
“Kita keliling dan ini bisa menjadi program pembangunan kesadaran kolektif. Dari Maluku, NTT dab Papua bisa terbangun kesadaran itu,” pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tommi Mano mengatakan sebagai tuan rumah pihaknya akan mempersiapkan 100 peserta mulai dari SD sampai SMA / SMK untuk mengikuti kegiatan Youth Leadership Forum.
“Jadi, sebagai tuan rumah pelaksanaan latihan pimpinan muda yang berkelanjutan sekaligus launching Yayasan Lima Sila di Kota Jayapura kami siap sukseskan,” jaminnya.
Menurut Benhur, pelatihan pemimpin muda ini akan dihadiri pejabat pemerintahan di beberapa daerah di Indonesia baik Gubernur Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota, DPR, dan para raja.
“Seluruh penginapan hingga transportasi para pejabat akan kami layani dari Pemerintah Kota mulai datang dari tanggal 7-9 Februari 2020,” janji pria yang juga kader PDI Perjuangan.
Dngan adanya agenda ini, di harapkan dapat menyiapkan pemimpin masa depan yang berkarakter baik, moral baik dan akan melanjutkan pimpinan ke depan.
“Program ini saya sambut baik, juga saya akan masukan dalam APBD kota agar kegiatan ini berkelanjutan sehingga dari 100 peserta paling tidak ada 10 orang akan menjadi pemimpin masa depan yang baik,” pungkasnya.
VDM























