Koreri.com, Jayapura – Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Mamberamo Raya di Burmeso dibakar massa, Jumat (28/8).
Ratusan warga ini mengamuk dan membakar kantor tersebut lantaran kecewa dengan hasil pengumuman CPNS formasi 2019 melalui website yang dibuat Pemda Mamberamo Raya.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. AM Kamal, ketika dikonfirmasi membenarkan aksi massa membakar kantor BKD sekitar pukul 11.00 WIT.
“Diawali dari hasil pengumuman CPNS melalui website. Kemudian sekitar pukul 10.30 WIT, masyarakat bergerak menuju kantor BKD. Dalam perjalanan beberapa kantor dilempari batu, seperti Kantor KPU, namun kerusakan tidak terlalu parah. Massa kemudian menggunakan speed boat dari Kasonaweja ke Bormeso tempat kantor BKD berada,” bebernya.
Kemudian kata Kamal, massa terus berdatangan ke kantor BKD yang mulanya ingin menemui pihak instansi tersebut untuk meminta penjelasan soal pengumuman CPNS.
“Namun karena tidak ada staf di kantor itu, massa kemudian marah dan melakukan pembakaran kantor. Setelah itu mereka kembali,” sambungnya.
Diakui Kamal, aparat Kepolisian Polres Mamberamo Raya seharusnya bisa mencegah terjadinya aksi pembakaran kantor tersebut, namun akibat tidak adanya informasi terkait pengumuman CPNS oleh panitia kepada pihak Kepolisian hingga peristiwa tersebut terjadi.
“Aparat tahunya setelah ada mobilisasi massa. Kita tahu disana tidak satu daratan. Tapi semua menggunakan speed. Jadi tidak bisa dikawal,” akuinya.
Pihaknya juga sangat menyayangkan terjadinya peristiwa pembakaran kantor BKD tersebut.
Seharusnya, semua permasalahan bisa diselesaikan dengan baik.
“Ini kan kantor publik, sangat disayangkan kalau dibakar. Pemerintah disana harusnya menjalin hubungan dengan warganya. Sehingga jika ada permasalahan bisa dikomunikasikan baik,” pintanya.
Diakuinya hingga saat ini pihaknya belum menangkap para aktor dibalik aksi pembakaran tersebut.
Kapolres yang ikut turun langsung melerai hingga massa tidak melakukan pengrusakan di fasilitas lain.
“Pukul 13.00 WIT situasi sudah kondusif. Kantor-kantor publik dijaga aparat gabungan. Dan sampai saat ini masih dilakukan pengamanan,” pungkasnya.
VER






























