Koreri.com, Jayapura – Anggota Komisi I DPR RI, Bidang Pertahanan, Yan Permenas Mandenas menyambangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura, untuk melihat penanganan pasien Virus Covid-19 yang sementara dirawat.
Usai melihat kondisi rumah sakit, Mandenas yang merupakan legislator RI dari dapil pemilihan Papua itu langsung bertatap muka dengan pihak manajemen sekaligus menjaring aspirasi dari tenaga medis, mengenai tantangan yang mereka hadapi.
Ia pun menyambut positif adanya aspirasi dari manajemen rumah sakit untuk memperjuangkan pengembangan rumah sakit.
Mandenas berjanji akan memperjuangkannya melalui lobi-lobi politik di DPR dan segera mengkoordinasikannya ke Menteri Keuangan.
“Saya telah melihat grand design pengembangan rumah sakit ini, yakni rumah sakit internasional pada 2023 mendatang. Saya pikir ini langkah maju yang ingin dibuat manajemen rumah sakit dan patut untuk kita perjuangankan. Walau dari aspek bidang komisi, ini bukan rananya saya. Tapi, kita masih bisa perjuangkan di badan penganggaran, untuk mendukung pembangunan Infrastuktur,” tandasnya, Rabu (14/10/2020).
Dalam pertemuan itu, Mandenas juga mengaku mendapat banyak informasi mengenai penanganan pelayanan rumah sakit khususnya pasien Covid-19.
“Saya juga memberikan motivasi kepada tenaga medis, untuk terus berjuang sebagai garda terdepan dalam menghadapi ancaman perang biologis yang tengah terjadi,” cetusnya.
Mandenas menjelaskan, saat ini dunia tengah menghadapi ancaman perang biologis, sehingga dalam penanganannya tidak membutuhkan alat perang militer, melainkan tenaga medis sebagai ujung tombak.
“Sesuai dengan tupoksi saya di bidang pertahanan negara, tentu saya harus mengingatkan kepada para tenaga medis, bahwa mereka adalah garda terdepan dalam menghadapi perang biologis ini dan rumah sakit sebagai objek vital nasional untuk menghadapinya,” katanya.
Mandenas yang juga anggota Fraksi Gerindra itu menerangkan, di tengah dunia menghadapi virus Corona ini, tentunya pandemi saat ini telah memberikan pembelajaran berharga, yakni dalam berperang bukan saja membutuhkan persenjataan yang canggih, akan tetapi perlu juga adanya SDM tenaga medis yang mumpuni menghadapi tantangan dunia ke depan.
“Garda terdepan dengan ancaman perang biologis adalah tenaga medis, mulai dari dokter, perawat dan tenaga teknis rumah sakit lainnya. Sehingga dengan kedatangan saya kali ini, untuk memberikan apresiasi kepada jajaran rumah sakit, dalam memberikan pelayanan terbaik untuk menekan angka covid 19 di tanah Papua,” sambungnya.
Mandenas berharap semua pihak memberikan edukasi kepada masyarakat terkait ancaman Covid-19 yang semakin hari angkanya semakin meningkat di beberapa wilayah di tanah air.
“Papua kita harap bisa semakin membaik. Walau kita tahu kondisi peralatan alat medis kita di Papua masih minim. Tapi kita percaya dengan melihat semangat juang para tenaga medis kita dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, covid bisa diatasi dengan baik. Dan kita harus berikan dukungan lebih, apalagi Papua merupakan wilayah pertahanan Indonesia di negara Pasifik,” ujarnya.
Dalam kesempatan pertemuan itu, Direktur RDUD Jayapura drg. Aloysius Giyai menyampaikan sejumlah aspirasinya yakni yang terpenting, rencana pengembangan rumah sakit bertaraf internasional yang saat ini mulai berjalan.
“Selama ini banyak pandangan orang-orang terhadap rumah sakit ini, yakni rumah sakit ini sangat buruk dan terburuk dari seluruh rumah sakit di Indonesia,” katanya kepada Yan Mandenas sambil menyerahkan master plan pembangunan rumah sakit.
Akan tetapi, lanjut Aloysius, saat ini manajemen tengah bercibaku untuk membangun rumah sakit bertaraf internasional, sehingga masyarakat Papua bisa mengangkat harkat martabat bangsa ini di kanca dunia, khususnya di mata negara-negara Pasifik.
“Pembangunannya sudah berjalan dua tahun ini. Target kami 2023 sudah selesai. Kami tidak akan pesimis. Tentu, kita harapkan bantuan dari seluruh pihak yang memegang kebijakan terharap negara ini. Dengan kebijakan-kebijakan politik, negara ini harus punya hati membangun pundasi pembangunan kesehatan di papua,” lugasnya.
Tak hanya itu, Aloysius juga meminta agar anggota DPR RI mendorong terbangunnya perangkat tehnologi informasi yang mempuni di rumah sakit ini, guna mendorong pelayanan rumah sakit yang lebih baik lagi.
“Salah satu misi kami yakni, terlaksananya pelayanan administrasi bertehnologi yang efesien, efektif dan akuntabel. Jadi, kami harapkan anggota Komisi I DPR RI membantu kami menyampaikan ke Kominfo agar kita bisa mendapatkan akses telekomunikasi yang lebih canggih, untuk mendorong pelayanan rumah sakit ini ke arah yang lebih baik,” tukasnya.
OZIE