Dewan Gereja Papua Keluarkan 9 Poin Himbauan, Ini Isinya

Dewan Gereja Papua 9 poin himbauan

Koreri.com, Jayapura – Dewan Gereja Papua kembali mengeluarkan surat gembala.

Kali ini, surat berisi himbauan tersebut dalam rangka perayaan Paskah mengenang kisah sengsara dan kebangkitan Tuhan Yesus-Kristus.

Surat tertanggal 2 April 2021 itu ditandatangani oleh Pdt. Benny Giay, Pdt. Andrikus Mofu, Pdt. Dorman Wandikbo dan Pdt. Socratez Yoman.

Demikian isi surat himbauan Dewan Gereja Papua yang memuat 9 poin.

Berangkat dari realitas ini yang kami hadapi, pada masa sengsara ini demi pemulihan dan terwujudnya perdamaian di Tanah Papua kami para pemimpin Gereja di Tanah Papua menghimbau,

  1. Dewan HAM PBB untuk datang berkunjung ke Tanah Papua untuk melakukan investigasi pelanggaran Hak Asasi Manusia di Tanah Papua.
  2. Menyelidiki pihak ketiga hadir dalam situasi Nduga, Intan Jaya, Puncak Papua, Timika dan Papua.
  3. Meminta dukungan doa dan puasa kepada rakyat dan para pemimpin Gereja di Pasifik.
  4. Kepada orang Papua, kami menyerukan untuk bersama-sama mengambil doa dan puasa bagi pemulihan Tanah Papua sejak 11 April 2021.
  5. Mendesak Presiden Joko Widodo menempati janjinya pada 30 September 2019 yang menyampaikan “Siap berdialog dengan kelompok pro referendum Papua, ULMWP.”
  6. Meminta kepada para pemimpin MSG untuk menerima ULMWP sebagai anggota penuh MSG dalam KTT MSG pada April 2021.
  7. Meminta kepada orang Papua, semua keluarga untuk memulai hidup damai, hindari hal-hal, pengaruh yang dapat menghancurkan masa depan masing-masing pihak. Melindugi dan membina masing-masing keluarga dengan baik dan penuh bertanggungjawab.
  8. Mendesak Pemerintah Indonesia melakukan Dialog dengan ULMWP untuk menyelesaikan masalah Papua, sebagaimana yang telah Pemerintah (SBY – Yusuf Kalla) menyelesaikan masalah GAM Aceh dengan dimediasi Negara ke tiga.
  9. Akhirnya kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang bersolidaritas dengan kami, kepada pemimpin Gereja-gereja, Masyarakat, NGOs, Media dan komunitas internasional dengan penderitaan kami.

Jayapura – Papua, 2 April 2021

DEWAN GEREJA PAPUA

 

SEO