Pejabat – Oknum ASN Disnaker Ambon Buat Geram Pencaker, Begini Kelakukannya

Dinas Nakertrans Kota Ambon Pel Geram
Aktivitas pelayanan di ruang Sekretaris Dinas Nakertrans Kota Ambon Hanock Tomasila, Senin (19/4/2021)

Koreri.com, Ambon – Ratusan pencari kerja (Pencaker) yang ingin membuat kartu kuning sebagai syarat melamar kerja di berbagai instansi dibuat geram dengan sikap dari beberapa oknum pegawai, termasuk Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Naketrans) Kota Ambon, Hanock Tomasila.

Pasalnya, pelayanan yang diberikan tidak sesuai aturan yang ditetapkan oleh Stev Patty selaku pimpinan pada dinas tersebut.

Semua kacau balau, mulai dari sistem antrian maupun protokol kesehatan, dalam hal ini jaga jarak dan penggunaan masker yang baik, sebagai upaya pencegahan Covid-19 yang selama ini disuarakan oleh Walikota Ambon, Richard Louhenapessy.

Pantauan dilapangan, terlihat beberapa oknum pegawai diantaranya A. R. Sekawael, dan Sekdis Naketrans, Hanock Tomasila, tidak menerapkan sistim antrian.

Kedua hanya sibuk mengurusi kerabatnya yang ingin membuat kartu kuning, padahal baru mendaftar pada saat itu.

Sedangkan ratusan orang yang sudah mendaftar sejak Jumat (16/4/2021), dibuat menunggu dengan menerapkan sistim antrian.

“Bayangkan kita yang daftar online dari 16 April, melalui aplikasi Sisnaker, kemudian disuruh datang hari Senin 19 April, menunggu dari pagi sampai malam sesuai antrian, dengan gampang yang baru datang siang, sore, langsung menuju ke ruang Sekdis, tanpa waktu yang lama langsung dapat kartu, karena langsung diurus Sekdis. Begini sudah kalau ada orang dalam pasti cepat-cepat saja, tidak perlu antri, masuk ke ruangan Sekdis daftar langsung di print langsung jadi,” ungkap salah satu warga Ambon, Bastian yang sementara mengurus kartu kuning.

Parahnya lagi, kata Bastian salah satu oknum pegawai A.R Sekawael meminta tolong satu warga (pria) yang sementara mengurusi kartu kuning untuk membeli kue.

Jaminannya, setelah kembali langsung kartu kuning selesai tanpa melalui jalur antrian.

“Ada motor, tanya Sekawael kepada pria yang sementara mengantri. Langsung dijawab pria itu ada! Kemudian diminta untuk membeli kue. Kata pria itu, pak urus beta punya dolo dan dijawab Sekawael, iya,”ucapnya menirukan pembicaraan Sekawael dengan pria itu.

Mendengar pembicaraan tersebut, salah satu pencaker dalam dialeg khas Ambon menanggapinya.

“Paleng enak kapa, hanya dapa suruh pi bali kue saja langsung dibuat kartu kuning. Beta (saya) juga mau begitu, selesai langsung pulang tidor,” ucap Bastian menirukan apa yang disampaikan warga yang mengantri.

Untuk itu, Bastian mendesak Kepala Dinas Naketrnas, dan Walikota Ambon untuk mengevaluasi kinerja dari Sekdis dan beberapa oknum pegawai, serta membenahi seluruh pelayanan, sehingga berjalanan dengan baik, tanpa ada lagi sistim “orang dalam”.

Dikonfirmasi mengenai perilaku dari Sekdis, Kepala Dinas Naketrans, Stev Patty, membantahnya, karena sikap Sekdis hanya sekedar membantu untuk mendaftar online.

“Yang sata tahu, itu hanya membantu yang baru daftar karena tadi jaringan sedikit gangguan. Jadi itu membantu, tapi belum cetak,” tandasnya.

Terhadap oknum pegawai A.R Sekawael, dirinya kaget, dan berjanji akan mengecek hal ini.

“Bagi kami tidak ada pelayanan disuruh beliau, kartu langsung jadi. Tidak ada mekanisme itu, pelayanan yang kita berikan murni. Nanti saya cek, karena itu diluar pantauan kita,” cetusnya.

Jikalaupun demikian, dirinya akan memanggil dan memberika teguran kepada yang bersangkutan.

MP-RR