Fokus  

Pengelolaan 4 Venue PON XX Resmi Diserahkan ke Pemprov Papua

Kemen PUPR Serahkan 4 Venue
Penyerahan 4 venue PON senilai Rp900 miliar ditandai dengan penandatanganan berita acara dari Kementerian PUPR kepada Pemprov Papua yang diterima Sekda Dance Flassy

Koreri.com, Jayapura – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) resmi menyerahkan pengelolaan 4 venue kepada Pemerintah Provinsi Papua untuk mendukung pelaksanan PON XX tahun 2021.

Yaitu, arena istora, arena aquatic, venue hocky indoor dan outdoor serta venue cricket.

Penyerahan 4 venue PON senilai Rp900 miliar ditandai dengan penandatanganan berita acara dari Kementerian PUPR kepada Pemprov Papua yang diterima Sekda Dance Flassy.

Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Papua, Corneles Sagrim, mengatakan ada 7 venue PON XX yang dikerjakan Kementerian PUPR dan 4 venue sudah diserahterima kelolah, tersisa 3 venue lagi masih dalam tahap pengerjaan.

“Jadi, 4 venue yang kita serahterimakan senilai Rp900 miliar dan masih tinggal 3 venue lagi dalam proses pengerjaan plus penataan 2 kawasan yaitu sport center di Kampung Harapan dan Doyo Baru,” ungkapnya kepada wartawan usai serahterima aset PON di Jayapura, Kamis (10/6/2021).

Untuk penataan kawasan, kata Sagrim, secara fisik di Kampung Harapan dan Doyo sudah selesai hingga akhir Juni 2021.

“Kita akan siapkan sekalian dengan 3 venue ini baru kita serahterima tahap kedua sebelum pelaksanaan PON XX Oktober mendatang,” tandasnya.

Sementara itu, progres pembangunan untuk venue sepatu roda sudah 90 persen dan venue panahan sudah 100 persen.

Sementara venue dayung masih dalam tahap konstruksi karena pihaknya masih menunggu dari Balai Wilayah Sungai melakukan penimbunan reklamasi wilayah pantai baru cipta karya bisa masuk.

“Jadi, kita masih menunggu. Tapi dokumen Perjanjian Kerjasama Dirjen Cipta Karya dengan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup sudah final nanti kita pertemuan lagi dengan BKSDA terkait dengan administrasi ini,” jelasnya.

Dikatakan, untuk venue dayung, Wali Kota Jayapura sudah mengundang semua elemen yang terlibat dalam pembangunan sarana itu untuk membahas penyelesaiannya.

Nanti ada tindak lanjut untuk berkoordinasi dengan pihak adat supaya bisa memberikan keleluasan bagi pembangunan venue dayung.

“Mudah – mudahan lancar, kita butuh dukungan juga dari semua masyarakat ini. Target rampung Juli  sampai Agustus untuk tiga venue sisa. Kalau secara teknis kita bisa selesai secara jadwal tapi kalau ada non teknis di lapangan itu bisa membuat pekerjaan jadi molor,” tandasnya.

SEO