Koreri.com, Bintuni– Sejumlah pihak menilai bahwa perisitiwa penembakan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Meyerga, Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Jumat (16/7/2021) merupakan sebuah rekayasa ditanggapi para korban.
Sekretaris Distrik Moskona Barat Lukas Orocomna kepada media ini di Bintuni, Rabu (21/7/2021) membantah dengan tegas bahwa peristiwa penembakan itu bukan sebuah rekayasa atau dibuat-buat tetapi benar-benar terjadi.
Lukas menjelaskan bahwa peristiwa terjadi saat dirinya bersama tim resmob satreskrim Polres Teluk Bintuni mengantar kembali 7 orang yang dimintai keterangan karena diduga terlibat dalam kegiatan pertemuan organisasi KNPB.
Ketika tiba di Kampung Meyerga, tiba-tiba mereka diserang oleh sekelompok orang dan dihadang anggota tim resmob Polres Teluk Bintuni sedangkan masyarakat melarikan diri ke kampung sebelahnya.
“Peristiwa penembakan itu ada tidak direkayasa atau dibuat-buat, Saya tidak lihat secara keseluruhan karean saat terjadi penembakan Pak Polisi yang bertahan membalas tembakan sedangkan saya lari ke kampung sebelah,” ujar orang nomor dua di Distrik Moskona Barat itu.
Hal ini juga ditegaskan Tokoh Intelektual Moskona Barat Mans Oroncoma bahwa kondisi 14 kampung di distrik tersebut kosong akibat peristiwa yang dilakukan organisasi papua merdeka membuat masyarakat merasa terancan dan tidak nyaman akhirnya melarikan diri ke Bintuni.
“Ini bukan hal-hal yang direkayasa tapi kenyataan, yang merasakan masyarakat Moskona Barat bukan orang Bintuni, Manokwari atau luar sana, mereka ini yang tinggal di Moskona Barat jadi mereka yang rasakan takut, panic dan sejenisnya,” kata Mans Orocomna melalui telpon celulernya kepada media Rabu sore.
Masyarakat Moskona Barat ingin pulang tapi mereka minta pemerintah melalui pihak keamanan untuk menetralisir situasi setempat setelah dinyatakan aman maka pasti semuanya kembali.
Tokoh Intelektual Moskona Barat ini minta kepada semua pihak yang menilai terjadi rekayasa tentang peristiwa penembakan di Meyerga dihilangkan karena akan menimbulkan persoalan baru.
KENN


















