Menyesalkan Kejadian Mayerga, Bupati Kasihiw : Jangan Terulang Lagi

IMG 20210802 WA0004
Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw,M.T (Tengah) Wakil Bupati Matret Kokop,S.H (Kanan) dan Ketua DPRD Teluk Bintuni Simon Dowansiba,S.E (Kiri)

Koreri.com, Bintuni– Akhirnya Masyarakat Kampung Meyarga Distrik Moskona Barat yang mengungsi ke  ibu kota Bintuni sudah dipulangkan, Senin (2/8/2021).

Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw, M.T memastikan sudah tidak ada lagi warga Meyarga yang mengungsi berada di Kota Bintuni pasca kontak tembak aparat keamanan dengan sekelompok orang tak dikenal beberapa waktu lalu.

“Saya berharap kejadian ini tidak terulang atau jangan terulang lagi,  Pemerintah akan mengundang mereka para tokoh adat, tokoh masyarakat duduk bersama mencari solusi terbaik,” kata Bupati Petrus Kasihiw kepada wartawan di Bintuni usau prosesi pemulangan pengungsi di lapangan olahraga GSG, Senin siang.

Bupati mengaku menyesalkan kejadian tersebut. Insiden ini diakuinya baru pertama terjadi di Teluk Bintuni yang selama ini dikenal sebagai zona aman dan nyaman. Aktivitas pemerintahan, dunia usaha dan kegiatan masyarakat selama ini berjalan normal.

“Sebagai kepala daerah, sebagai Bupati dan ini juga ada Ketua DPR, kami menyesalkan kejadian seperti ini. Ini insiden pertama yang terjadi di Bintuni yang selama ini sebagai zona aman dan nyaman,” tandasnya.

Dengan kejadian tersebut, Bupati kemudian mempelajari akar masalah apa sebenarnya.  Ternyata, insiden itu kata Bupati, dipicu sejumlah oknum yang hadir di Bintuni. Mereka dari luar Bintuni, datang provokasi masyarakat untuk ikut paham mereka.

Atas ajakan tersebut, masyarakat di Moskona Barat acuh tak acuh dan ada yang tidak setuju. Kemudian polisi memanggil oknum-oknum tersebut yang disinyalir akan mengacau, untuk diperiksa di Mapolres. Usai diperiksa, mereka dipulangkan kembali ke kampungnya.

“Setelah di periksa dan dipulangkan, baru terjadi kontak senjata atau ada perlawanan dari pihak tertentu. Hal inilah yang membuat masyarakat terganggu,” ujar Bupati

Kemudian pada tanggal 18 Juli 2021, sebagian masyarakat Meyarga turun ke Bintuni. Petrus Kasihiw lantas berkoordinasi dengan Forkopimda, untuk memulangkan mereka kembali secara bertahap. “Kita ambil langkah cepat, kita pulangkan mereka dalam tiga tahap. Hari ini gelombang 3 kita pulangkan,” tandasnya.

Bupati tidak menampik jika kemudian ada yang berpendapat bahwa pembangunan belum merata dirasakan masyarakat di Distrik Moskona Barat. Menurutnya kondisi itu sangat wajar, karena proses pembangunan oleh pemerintah masih terus dijalankan.

“Tapi harapan saya masyarakat tidak menggunakan momen itu untuk sesuatu yang bertentangan apa yang menjadi prinsip hidup dalam NKRI. Ideologi kita sudah final, tidak ada ideologi lain kecuali Pancasila. NKRI harga mati. Jadi setiap paham yang masuk, kita tolak. Sebagai kepala daerah saya tegaskan tidak akan membiarkan ideologi lain tumbuh di Bintuni,” ujarnya.

KENN