Pemprov Papua Barat Terima APD Penanganan COVID-19 Bantuan dari BNPB

IMG 20210803 WA0002
Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani,S.H.,M.Si saat menerima bantuan Alkes di Bandara Rendani Manokwari, Selasa (3/8/2021).(Foto : Istimewa)

Koreri.com,Manokwari– Pemerintah Provinsi Papua Barat resmi menerima bantuan oksigen dan alat pelindung diri (APD) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Bantuan tersebut tiba di Bandara Rendani Manokwari Selasa (3/8/2021) pagi diangkut menggunakan pesawat milik TNI AU dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta transit Makassar  Sulawesi Selatan

“Secara resmi hari ini, Pemerintah provinsi Papua Barat menerima bantuan oksigen dan APD dari BNPB yang diserahkan langsung oleh Panglima Kodam XVIII Kasuari kepada Pemprov Papua Barat,” kata wakil Gubernur Papua Barat Muhamad Lakotani  saat dikonfirmasi media ini melalui telpon celulernya, Selasa pagi.

Wakil Gubernur Papua Barat mengatakan, sebagian kebutuhan oksigen dan APD Papua Barat sudah terjawab untuk melayani pasien COVID-19 yang dirawat di seluruh Rumah Sakit (RS) rujukan COVID-19 daerah ini.

“Secara teknis bantuan ini akan segera didistribusikan pula ke kabupaten/kota sesuai kebutuhan masing-masing,” ujar Wakil Gubernur Papua Barat.

Sementara Abdul Muhari, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menerangkan bantuan oksigen dan APD  untuk percepatan penanggulangan COVID-19 di provinsi Papua Barat.

Dia menyebutkan bahwa bantuan tersebut terdiri dari150 ribu masker meliputi 30 ribu masker medis, 15 ribu masker KF 94, 50 ribu masker medis anak, 5 ribu masker kain INA dan 55 ribu masker kain anak.

“Selain masker, BNPB juga mengirimkan sebanyak 50 tabung oksigen, 50 oksigen konsentrator, 1.000 sarung tangan medis, 1.000 medical T-Well dan alat rapid test antigen sebanyak 10 ribu unit,” kata Abdul Muhari dalam siaran BNPB, Selasa.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Provinsi Papua Barat, kasus akumulatif COVID-19 per Senin (2/8) menjadi 18.900 setelah ada penambahan sebanyak 118 orang.

Adapun prosentase kasus positif menjadi 27,6 persen dari total jumlah orang yang telah diperiksa sebanyak 68.408 orang.

Sementara itu, pasien sembuh terus mengalami peningkatan menjadi 16.035 setelah ada penambahan 517 orang. Secara prosentase, tingkat kesembuhan di Papua Barat mencapai 84,4 persen. Kemudian yang meninggal ada sebanyak 290 orang.

KENN