Koreri.com, Manokwari – Dinas Kesehatan kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat mencatat 17.818 atau 15,9 persen orang di daerah itu sudah divaksin COVID-19 dari total 56.169 target sasaran.
“Sampai 4 Agustus 2021, cakupan vaksinasi COVID-19 kabupaten Fakfak baru mencapai 17.818 orang, terdiri dari 12.398 dosis pertama dan 5.420 dosis kedua,” kata Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Fakfak Gondo Suprapto melalui telepon selulernya kepada media ini, Rabu (4/8/2021) malam.
Gondo mengutarakan, hasil evaluasi program vaksinasi COVID-19 antara Pemerintah bersama TNI-POLRI, menunjukkan warga sangat antusias mendatangi tempat pelayanan vaksknasi, namun petugas batasi pelayanan vaksin 300 orang dalam sehari.
“Warga Fakfak sangat antusias untuk divaksin, tapi kami batasi 300 orang dalam sehari karena keterbatasan tenaga vaksinator,” ungkap Gondo Suprapto.
Dia mengakui, bahwa 90 tenaga vaksinator berasal dari tenaga kesehatan Pemerintah, Polres dan Kodim 1803/ Fakfak yang melakukan pelayanan vaksinasi di 10 Puskesmas.
“Tim vaksinator hanya 90 orang, mereka bekerja maksimal mulai dari pemeriksaan awal, vaksinasi hingga pengimputan data. Itulah sebabnya kami batasi 300 orang dalam sehari,” ujar Gondo Suprapto.
Gondo Suprapto mengatakan ketersediaan vaksin di daerah ini masih mencukupi hingga akhir Agustus untuk melayani masyarakat di sepuluh fasilitas pelayanan kesehatan maupun di Dinas Kesehatan.
“Ketersediaan vaksin di 10 fasyankes dan dinkes adalah 4720 dosis, terdiri dari vaksin Astra Zeneca 860 dosis dan SinoVac 3.860 dosis,” katanya.
Sedangkan, kepala dinas kesehatan provinsi Papua Barat Otto Parorongan mengatakan secara keseluruhan cakupan vaksinasi COVID-19 Provinsi Papua Barat untuk dosis kedua baru mencapai 74.286 orang atau 9,6 persen dari total 777.290 target capaian 70 persen penduduk provinsi ini.
“Secara umum Cakupan vaksinasi COVID-19 di 13 kabupaten/kota untuk dosis pertama sudah 165.968, dan dosis kedua 74.286 dari total target capaian 70 persen nasional,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat.
Sementara itu Wakil Ketua DPR Papua Barat H.Saleh Siknun, S.E juga mengatakan bahwa masyarakat Kabupaten Fakfak sangat antusias untuk divaksin agar dapat terlindungi kekebalan tubuh mereka.
Namun kendalanya stok vaksinnya masih kurang kemudian tenaga vaksinator yang masih terbatas sehingga pelaksanan vaksinasi kepada masyarakat belum berjalan secara maksimasimal.
“Saya buat pertemuan dengan beberapa tokoh, dijelaskan bahwa animo masyarakat untuk divaksin sangat tinggi hanya persoalannya sosialisasi yang kurang, karena kita punya tenaga medis terbatas dan tidak semua nakes itu jadi penyuluh,” kata Saleh.
KENN
























