Sedangkan menurut Katalog Tsunami BMKG dalam rentang waktu 1600-an hingga tahun 2006 telah terjadi 45 kali kejadian tsunami.
Menurutnya, simulasi yang dilakukan saat ini bertepatan dengan peringatan peristiwa gempa dan tsunami di Pulau Seram, Maluku yang dikenal warga dengan “Bahaya Seram” pada 30 September 1899.
Gempa bermagnitudo 7,8 itu berakibat Negeri Samasuru dan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah tengelam ke dasar laut, termasuk pesisir pantai di Teluk Elpaputih longsor, serta tercatat hampir 4.000 orang meninggal dalam peristiwa itu.
Selain itu, gempa magnitudo 7,3 yang disertai tsunami pada 8 Oktober 1950 yang menerjang Pulau Ambon, gempa dan tsunami di Ambon pada 29 September 2019 menyebabkan 31 orang meninggal dan ribuan rumah serta fasilitas rusak, serta gempa dan tsunami Tehoru, kabupaten Maluku Tengah, pada 16 Juni 2021.
Dia menegaskan gempa dan tsunami terjadi secara berulang dan tidak bisa dihindari, dan masyarakat harus dilatih untuk tangguh menghadapi bencana.
























