Koreri.com, Piru – Budaya orang Maluku “Pela-Gandong” yang menggambarkan kerukunan dan persaudaraan mulai mewarnai rangkaian acara pelantikan Marthen Riripoy sebagai Kepala Desa Waesamu, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat periode 2021 – 2027.
Hal itu terpantau Minggu (21/11/2021), saat penyambutan dari Desa Waesamu kepada saudara Pela Gandong asal Negeri Wassu yang diwarnai dengan iringan tarian tradisional Kaeng Gandong dan tiupan terompet.
Hubungan persaudaraan itu pun semakin terlihat saat saat wate – wate, uwa – uwa dan kunyandu – kunyandu dari negeri Wassu, Erihatu Samasuru tiba di di pantai Waesamu Leisury Tapirone.
Hal ini merupakan salah satu tradisi masyarakat Maluku untuk mewujudkan kebersamaan.
Kepala desa terpilih Marthen Riripoy mengatakan, kearifan lokal dalam prosesi penyambutan harus dipertahankan dan dilestarikan dengan budaya Pela Gandong.
“Karena pela Gandong Waesamu – Wassu itu dari dulu sampai sekarang ini,” tandasnya.
Menurut Riripoy, hubungan basudara dengan masyarakat desa sekitar dan gandong Wassu harus dilestarikan dengan saling bersilaturahmi bukan hanya saat prosesi pelantikan raja atau acara adat lainnya, tetapi komunikasi antar warga juga harus terus berjalan dan terjalin dengan baik.
“Jadi, budaya yang ditampilkan basudara dua negeri ini menunjukkan kuatnya ikatan persaudaraan antar warga serta tingginya ketahanan masyarakat yang tidak mudah terpengaruh,” tukasnya.
Di tempat yang sama, Raja Wassu Rafael Salakory menegaskan hal yang sama.
“Bahwa kita sudah dari dulu seperti begini dan dari dulu kita punya hubungan pela gandong antara Wassu dan Waesamu terjaga sampai sekarang. Kita saling menyapa itu dengan sebutan Wate dengan Uwa. Kedekatan kita itu sangat erat sekali. Jadi apa pun yang disampaikan tadi oleh pela Waesamu Leisury Tapirone itu juga terjadi dan terasa di Wassu Erihatu Samasuru,” tegasnya.
Begitu pula saat melaksanakan pekerjaan.
“Jadi ada kerja di salah satu desa antara dua desa ini, tetap kita saling bekerja sama – sama dan saling membatuh dalam hubungan orang basudara,” sambungnya.
Salakory berharap bagi anak cucu kedua desa pela gandong ini agar terus tetap terpelihara hubungan ini secara turun temurun dan tidak bisa di putuskan oleh siapa pun.
JFL
























