Koreri.com, Sorong– Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun karakter dan menyiapkan generasi emas Papua di tengah derasnya arus globalisasi, digitalisasi, dan pengaruh media sosial.
Penegasan ini disampaikan Septinus Lobat saat menghadiri Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Klasis GKI Sorong yang berlangsung di Gedung Lambert Jitmau, Minggu (9/8/2026) sore.
Menurut Wali Kota, pemerintah dan gereja memiliki peran strategis sebagai mitra dalam membentuk mental, spiritualitas, dan karakter masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membina anak-anak muda agar tidak mudah terpengaruh dampak negatif media sosial.
“Pembangunan manusia harus dimulai dari pendidikan untuk membangun peradaban dan menyiapkan generasi emas Papua,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kota Sorong terus mendorong program pendidikan gratis dengan alokasi anggaran sekitar Rp62 miliar setiap tahun.
Selain itu, Wali Kota juga mengajak pemerintah daerah di Tanah Papua untuk mendukung pembangunan Pusat Pembinaan dan Pelatihan GKI di Saoka.
Fasilitas tersebut diharapkan menjadi wadah pembentukan karakter serta melahirkan calon pemimpin gereja di masa depan.
Sementara itu, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, mengungkapkan bahwa Klasis GKI Sorong saat ini menaungi 48 jemaat dan satu jemaat persiapan, dengan jumlah warga jemaat mencapai lebih dari 60 ribu orang.
Namun, ia menyoroti masih rendahnya tingkat kehadiran jemaat dalam ibadah.
“Pendataan jemaat harus diikuti dengan pemanfaatan data untuk memastikan kehidupan iman jemaat tetap terpelihara,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Klasis GKI Sorong, Pdt. Jeane Fonataba Haurissa, menyampaikan bahwa perayaan HUT ke-54 yang mengusung tema “Merawat Kebersamaan dan Mewujudkan Kepedulian” merupakan hasil kolaborasi 49 jemaat, termasuk satu jemaat persiapan.
“Keberhasilan perayaan ini bukan hasil kerja satu pihak, tetapi buah dari kerja bersama berbagai pihak,” katanya.
Ketua Panitia, Dr. Frengkie S. Laku,S.H menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan HUT telah dipersiapkan dalam waktu sekitar satu setengah bulan.
Berbagai kegiatan sosial dan rohani digelar, di antaranya kunjungan kepada mantan Ketua Klasis, pasar murah, lomba lari 5,4 kilometer, Cerdas Cermat Alkitab Bahasa Inggris, lomba ukulele, temu pendeta, hingga pertunjukan Yosim Pancar.
Kegiatan pasar murah berhasil menyalurkan 15 ton beras dan minyak goreng kepada masyarakat.
Sementara itu, lomba lari diikuti lebih dari 400 peserta, dengan hadiah utama berupa perjalanan umrah dan ziarah ke Yerusalem yang didukung Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.
“Seluruh rangkaian kegiatan terlaksana melalui kerja bersama panitia, pemerintah daerah, dan para mitra,” jelasnya.
Acara syukuran tersebut turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, tokoh gereja, pimpinan lembaga, serta masyarakat. Hadir pula perwakilan Gubernur Papua Barat Daya, Ketua TP PKK Kota Sorong, Bupati Raja Ampat, Sekretaris Daerah Kabupaten Maybrat, unsur DPR provinsi dan kabupaten/kota, Forkopimda, perwakilan Kodam XIV/Kasuari, Majelis Rakyat Papua, serta para pendeta dan warga jemaat.
Momentum ini menjadi penegasan pentingnya sinergi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat dalam membangun kualitas sumber daya manusia Papua yang berkarakter, beriman, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
KENN
























