Koreri.com, Ambon – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku meminta Kapolda Maluku dan Pangdam XVI Pattimura agar masalah konflik Kariuw segera dituntaskan sebelum April 2022.
Hal itu dimaksudkan agar tidak menimbulkan gejolak yang luas di tengah-tengah masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Anggota Komisi I Fraksi PDIP Benhur Watubun pada rapat bersama Kapolda Maluku Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, SH, M.Human dan Pangdam XVI/Pattimura yang diwakili Kasdam Brigjen TNI. Samuel Petrus Hehakaya, di ruang paripurna Dewan setempat, Karang Pajang, Kota Ambon, Kamis (3/2/2022).
Hadir pula Penjabat Sekretaris Daerah Maluku Sadli Ie.
“Kami meminta pihak aparat keamanan, baik itu Kepolisian Daerah Maluku dan Kodam XVI/Pattimura dapat bersinergi menyelesaikan secara tuntas konflik Kariuw-Pelauw sebelum April 2022 agar tidak menimbulkan gejolak yang luas ditengah tengah masyarakat,” pintanya.
Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Maluku Melkianus Sairdekut ini membahas seputar penanganan masalah Kariuw yang belum juga bisa diselesaikan.
“Kita mau secepatnya masalah ini dituntaskan, sebab bila tidak ditangani secara serius akan berdampak buruk terhadap kedamaian di Maluku,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi I lainnya Roy Patiasina mendesak Pemerintah Daerah Provinsi Maluku untuk secepatnya menguncurkan anggaran guna membangun rumah masyarakat yang terbakar.
“Kita jangan tunggu dana APBN ! Karena kalau kita menunggu dana APBN maka prosesnya akan lama bahkan berbeli-belit untuk membangun. Dalam arti mereka bisa terus-menerus mengungsi di desa tetangga. Tetapi bagaimana kita mengambil cara membangun kembali rumah yang sudah terbakar,” desaknya.
Bahkan, Roy meminta Pemprov dan Kabupaten Maluku Tengah untuk secepatnya melihat penderitaan masyarakat Kariuw ini.
Anggota Komisi I lainnya, Edison Sarimanela menegaskan masalah Kariuw – Pelauw sudah berlangsung sejak lama, namun lamban direspon Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah.
“Makanya saya sangat menyesalkan lambannya Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah merespon persoalan yang sudah berlangsung lama ini,” sesalnya.
Edison kemudian menekankan agar apa yang menjadi akar permasalahan harus dicari solusi.
“Seluruh pemangku kepentingan di daerah ini duduk bersama – sama untuk mencari jalan keluar dan masyarakat ini bisa aman dan damai serta kembali ke tempat yang mereka inginkan,” tukasnya.
JFL


























