Pemuda Tabi : Lukas Enembe Urus Rakyat Sampai Jatuh Sakit, Kenapa Dilarang Berobat?

Pemuda Tabi Frangklin Wahey saat menyampaikan pernyataannya / Foto : Koreri/EHO

Koreri.com, Jayapura – Pemuda Tabi Frangklin Wahey turut angkat bicara menanggapi proses hukum yang kini membelit Gubernur Papua Lukas Enembe pasca ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Gratifikasi Rp1 Miliar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Meski telah dua kali dipanggil guna diperiksa sebagai tersangka, namun Lukas Enembe belum juga memenuhinya dengan alasan sakit.

Begini isi pernyataan Pemuda Tabi Frangklin Wahey saat disampaikan, Jumat (30/9/2022).

Lukas Enembe bukan milik orang Mamit, Tolikara, Lapago, Lukas Enembe bukan milik Papua tapi Lukas Enembe milik Indonesia.

Karena Lukas Enembe sudah mengabdi menjaga Papua dalam bingkai NKRI selama 25 tahun.

Hari ini kita ketahui bahwa Lukas Enembe pimpin Papua dan mengurus rakyat sampai jatuh sakit. Saya mau sampaikan kepada bangsa Indonesia bahwa kalau beliau (Lukas Enembe) sudah sakit kenapa harus disiksa dan melarang berobat keluar negeri, dimana rasa kemanusiaan itu? Dimana rasa keadilan itu? Dimana rasa terima kasih kalian? Adakah penghargaan kepada pemimpin kami?

Saya sebagai tokoh pemuda Tabi sampaikan Lukas Enembe bukan seorang gubernur saja tapi kepala suku besar untuk orang Papua, kepala suku besar orang Indonesia yang hidup di tanah Papua dan pelindung rakyat Indonesia yang tinggal di tanah Papua.

Ditegaskan kepada elit – elit politik yang berada di NKRI dan juga anak-anak Papua yang mau merebut kekuasaan dengan memakai lembaga Negara, saya mau kasih tahu bahwa jangan korbankan rakyat Indonesia yang hidup di tanah Papua.

Saya tidak bilang rakyat Papua tapi orang Indonesia yang hidup di Papua karena hari ini saudara-saudara kita yang rambut lurus, kulit putih ada hidup di gunung-gunung, lembah-lembah, pesisir pantai.

Saya hari ini tampil membela Lukas Enembe karena saya peduli rakyat Indonesia yang hidup di tanah Papua.

Saya mau sampaikan kepada paguyuban-paguyuban, dimana kepedulianmu dalam menjaga kamtibmas di tanah Papua? Maka itu saya tegaskan kalau kita cinta Indonesia, kita cinta Papua tetap damai, kita harus lindungi Lukas Enembe.

Karena Lukas Enembe adalah tokoh pemersatu untuk bangsa dan negara Republik Indonesia di tanah Papua. Hari ini Papua dalam NKRI karena ada Lukas Enembe.

Jangan pernah kecewakan Lukas Enembe, jangan pernah anda bikin Lukas Enembe ada apa-apa, kalau terjadi apa-apa dengan Lukas Enembe maka saya yakin dan percaya situasi kamtibmas di Papua akan kacau.

Apakah negara Indonesia masih mempertahankan tanah Papua dalam NKRI, tolong jaga Lukas Enembe, berikan beliau kesempatan untuk pimpin Gubernur Papua selesaikan sisa waktu satu tahun ini.

Kalau sudah selesai, silahkan merebut kekuasaan Gubernur Papua bagi siapa yang mau maju bersaing secara sehat.

Kepada elit politik saya minta anda tidak memakai kapasitas sebagai partai penguasa, anda adalah elit politik anak Papua, Tabi, Saireri, Lapago, Meepago, Haanim dan jangan pakai alat negara untuk hancurkan Lukas Enembe.

Saya kasih tahu, Papua ini tanah damai jadi kalau anda kerja jujur maka anda diberkati, jika tidak jujur maka anda akan berhadapan dengan Tuhan.

Sementara hingga saat ini kediaman pribadi tersangka Lukas Enembe di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura masih jaga ketat ratusan masyarakat Papua dan simpatisan Lukas Enembe dilengkapi alat perang tradisional busur anak panah dan parang di depan gerbang masuk kediaman Lukas Enembe.

Dan jalan masuk kediaman Lukas Enembe dipalang pakai alat berat eksavator dan setiap pengunjung atau tamu yang berkunjung ke kediaman Lukas Enembe wajib diperiksa dan menggunakan identitas lengkap.

EHO