Freeport Indonesia Mulai Rehabilitasi DAS di Distrik Kemtuk Jayapura

Foto bersama pada kegiatan rehabilitasi DAS di Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura / Foto : Antara

Koreri.com, Jayapura – PT Freeport Indonesia (PTFI) mulai merehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura, Papua guna memulihkan serta mempertahankan kawasan hutan sebagai sistem penyanggah kehidupan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

VP Environmental PTFI Gesang Setiyadi dalam siaran persnya di Jayapura, Rabu (23/11/2022) mengatakan DAS di Kabupaten Jayapura dimulai sejak 2021 hingga 2025 yang akan mencapai lahan seluas 4.232 hektare.

“Dan meliputi beberapa lokasi yakni di Distrik Sentani Timur, Kemtuk, Waiba, Sentani Barat, Depapre, Ebungfauw, Kemtuk Gresi, Gresi Selatan, Abepura dan Heram,” rincinya.

Menurut Setiyadi, PTFI bekerjasama dengan Balai Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Mamberamo, Papua, untuk melakukan kegiatan rehabilitasi tersebut.

Implementasi kegiatan rehabilitasi DAS dimulai dari penanaman hingga memelihara serta panen yang mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P. 59 tahun 2019.

“Selain itu tujuan dari kegiatan tersebut ialah meningkatkan ekonomi masyarakat untuk jangka panjang dari tanaman hasil rehabilitasi DAS yang dapat dijadikan sebagai sumber ekonomi,” ujar Setiyadi.

Dia menjelaskan pihaknya berharap tanaman rehabilitasi DAS yang telah ditanam dapat dijadikan sebagai sumber ekonomi baru karena 25 persen tanaman yang akan ditanam ialah tanaman buah-buahan yang memiliki nilai ekonomis,” katanya.

Setiyadi menambahkan area rehabilitasi DAS PTFI yang dilakukan dengan peluncuran (penanaman) di Distrik Kemtuk seluas 594,56 hektare meliputi dari empat blok dan 19 petak yang tersebar di Kampung Mamda, Mamei, Nanbom dan Kwansu dan ada juga juga DAS di Grime.

“Sebelumnya PTFI sudah melakukan kegiatan penanaman pada 2021 pada lahan seluas 7,5 hektar di Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua,” ujarnya.

Saat ini kata dia, telah terbentuk 19 kelompok kerja Distrik Kemtuk dengan jumlah total anggota sebanyak 291 orang yang merupakan masyarakat lokal setempat.

“Keterlibatan masyarakat lokal dibutuhkan agar tujuan dari rehabilitasi DAS ini dapat tercapai secara optimal dan dapat meningkatkan produktivitas pemanfaatan hutan,” katanya.

Untuk mendukung keberhasilan program rehabilitasi DAS di empat kampung tersebut maka telah dibentuk kelompok kerja (Pokja) antara lain 5 Pokja di kampung Mamda, 2 Pokja di kampung Mamei, 9 Pokja di kampung Nambon dan 4 Pokja di kampung Kwasu.

Selain itu, kata dia, tanggung jawab setiap kelompok kerja adalah melaksanakan kegiatan penanaman meliputi pembersihan areal penanaman dari tanaman pengganggu, penanaman ajir, penggalian lubang tanaman, mencampur media tanaman berupa kompos, distribusi tanaman di setiap lubang tanam.

“Dan penanaman bibit serta pemeliharaan tanaman selama dua tahun ke depan dari ancaman kebakaran lahan dan tanaman pengganggu,” katanya.

Disebutkan, rehabilitasi DAS di Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura berlangsung pada Selasa (22/11/2022).

ANT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *