as




as

Enam Gubernur se-Tanah Papua Diharapkan Hadir Saat Kunjungan Wapres : Pesan Otsus Jilid II

Pj Sekda Provinsi Papua Barat Dance Sangkek,S.H.,M.M (Foto : KENN)

Koreri.com, Manokwari – Wakil Presiden Republik Indonesia K.H Ma’aruf Amin dijadwalkan menghadiri agenda tahunan Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil (HUT PI) Tanah Papua ke-168 yang akan dipusatkan di Pulau Mansinam, Kabupaten Manokwari tanggal 5 Februari 2023.

Agenda penting lain dari kunjungan Wakil Presiden K.H Ma’aruf Amin yaitu menyampaikan pesan pemerintah pusat terkait program kerja pada otsus jilid II untuk Tanah Papua seperti diamanatkan dalam Undang-undang nomor 2 nomor 2021 tentang pelaksanaan otonomi khusus Papua bersama dengan PP nomor 106 dan 107 tahun 2021 sebagai petunjuk pelaksana.

Penjabat Sekda Provinsi Papua Barat Dance Sangkek, S.H., M.M mengatakan, agenda ini menjadi momen penting bagi enam kepala daerah se-tanah Papua karena Wakil Presiden Ma’aruf Amin yang juga sebagai Ketua Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (BP3OK) akan menyampaikan program Otsus Jilid II membangun Bumi Cenderawasih ini bertepatan hari besar yang dirayakan seluruh masyarakat Papua hingga tingkat internasional itu.

Menurut Dance, enam kepala daerah yaitu Plt Gubernur Papua, Pj Gubernur Papua Selatan, Pj Gubernur Papua Pegunungan, Pj Gubernur Papua Tengah, Pj Gubernur Papua Barat Daya dan tuan rumah Pj Gubernur Papua Barat.

“Itu yang menonjol karena pesan-pesan soal otsus jilid II yang akan disampaikan Bapak Wapres yang juga ketua BP3OK makanya kita harap enam Gubernur se-tanah Papua harus hadir,” kata Sangkek kepada wartawan di Manokwari, Kamis (19/1/2023).

Pertemuan ini sangat penting untuk kepentingan pembangunan daerah dan orang asli papua sehingga dipersiapkan agenda tersebut agar dapat berlangsung dengan baik.

Kepala Bappeda Provinsi Papua Barat itu tidak menjelaskan secara rinci pesan yang akan disampaikan Ma’aruf Amin.

Yang jelas Ketua Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus itu akan menyampaikan 4 hal dasar yaitu, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi bagi orang asli papua (OAP).

KENN

Respon (1)

  1. Info yg bekembang di media Nusantara,Tidak ada persetujuan dan rekomendasi dari provinsi induk tetapi,bisa mekar ya..ibarat gadis yg di jodohkan secara paksa oleh orang perantara,tanpa pamit dan ijin daei orangtua kandung sang gadis yg lagi terbaring sakit,provinsi di tanah papua,dan bicara di ruang sidang pembangunan dan di bidang lain,dianggap di jayapura saja masih banyk pengangguran mulut2 tikus berdasi di media sering terucap ,PAPUA sudah Sejahtera,,aspirasidari rakyat yang sesungguhnya di lupakan ketika💵💵 rupiah sudah di kantong celana.
    Omongkosong Tikus2 Berdasi.gila jabatan.
    Homon maaf atas kritikan sy,bicara sesuai kenyataan hidup..🤝🏿🤝🏿🤝🏿
    Silhkan kirim komntar balasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *