as
as

Waspadai Potensi Perubahan Iklim, Sekda Papua Barat Ingatkan OPD Teknis

Pj Sekda PB Dance Sangkek S.H. M.M
Pj Sekda Papua Barat Dance Sangkek,S.H.,M.M bersama sejumlah OPD usai apel gabungan ASN di lapangan apel kantor Gubernur Provinsi Papua Barat, Senin (13/2/2023).(Foto : Istimewa)

Koreri.com, Manokwari – Waspada terhadap potensi perubahan iklim yang akhir-akhir ini terjadi maka Penjabat Sekda Papua Barat Dance Sangkek, S.H., M.M mengingatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk merespon cepat setiap kejadian yang sedang terjadi termasuk potensi gempa.

‘’Kita sedang menghadapi perubahan iklim, gempa bumi, di Manokwari sudah dua kali gempa bumi yaitu kemarin Ahad (12/2/2023) pukul 06.00 kemudian pukul 03.00 subuh. Karena itu Kepala BPBD harus cepat koordinasikan tentang perubahan iklim, paparkan dan lakukan pos pemantau,’’ sebut Dance Sangkek pada saat apel di lingkungan Pemprov Kantor Gubernur Papua Barat Senin (13/2/2023).

as

Penjabat Sekda mengingatkan pula jangan sampai BPBD Papua Barat terlambat mengantisipasi potensi bencana.

“Saya kasih tahu (mengingatkan) tempo supaya kita semua siap-siap, hari ini kita masuk kantor dalam keadaan waspada, kita sudah lihat Turki seperti apa, Papua di Jayapura seperti apa, Timika, apalagi kita Manokwari ini sudah tidur ada gempa, perlu waspada bukan berarti tidak kerja,” pesan Sekda.

Ia mengakui jika di Jayapura sebagai ibu kota provinsi Papua memang ada instruksi libur kerja untuk masa darurat, karena bencana Manokwari juga waspada sejak dini.

Oleh karena itu BPBD segera berkoordinasi dengan pihak terkait, gelar rapat, mengkaji cepat dinamika perubahan cuaca yang sedang terjadi, supaya pantau, pos pemantau di titik-titik rawan.

Menurut Sekda, Kabupaten Manokwari Selatan paling utama, kemudian Manokwari, apakah gempa itu mengakibatkan tsunami atau tidak harus perlu waspada.

“Kepala BPBD Papua Barat rapat, kalau bisa saya ikut juga supaya kita sampaikan laporan, ini hal penting, aktual tentang dinamika perubahan alam yang sering tidak bersahabat karena dosa dan salah siapa,’’ tegas Sangkek.

Sementara itu Kepala BPBD Papua Barat Derek Ampnir, S.Sos.,M.M mengatakan, situasi di tanah Papua sedang bergejolak karena caesar Papua sedang bergerak sejak tanggal 2 Februari 2023 sampai dengan hari ini.

Untuk Provinsi Papua Barat sudah dua kali gempa di sesar Ransiki, Manokwari Selatan, syukur masih dilindungi, di daerah itu yang terasa sekali yang ada impac jelas dirasakan kegelisahan, itu ada karena orang trauma.

Walaupun sudah dua kali terjadi gempa dalam sehari, di Manokwari belum terima laporan kerusakan atau korban lainnya dari Manokwari Selatan.

“Yang ada adalah fase kegelisahan, efek psikologis masyarakat di pusat gempa terutama Ransiki karena pernah ada riwayat kejadian yang pernah mereka rasakan pada tahun 2004 itu cukup besar menjadi trauma bagi masyarakat,’’ jelas Derek.

Ia mengatakan, pelaksana teknis BPBD Papua Barat selalu standby, siap, BPBD sudah punya kelembagaan terbentuk dengan peraturan gubernur dengan posisi siap.

“Unit pelaksana teknis ini sudah menjadi pusat pengendalian operasi yang selalu siaga, kita selalu siaga, pemerintah provinsi Papua Barat sudah memiliki unit pelaksana teknis yang mengendalikan kegiatan informasi kebencanaan kepada kita dan masyarakat, kita selalu koordinasi dengan teman terkait, komunikasi jalan ketika ada gempa, bencana,” tambahnya.

KENN

as