Perubahan Arah Pembangunan RPJMD 2023-2026 Papua Barat Dorong Isu Srategis

IMG 20230412 WA0085

Koreri.com, Manokwari– Pemerintah Provinsi Papua Barat lakukan perubahan rancangan Rencana Pembangunan Daerah (RPD)  2023-2026, setelah disahkannya undang-undang terbentuknya Provinsi Papua Barat Daya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Papua Barat Melkias Werinussa di Manokwari, Rabu, mengatakan Perubahan tersebut dilakukan untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) provinsi Papua Barat tahun 2023-2024.

“Perubahan ini harus dilakukan mengingat cakupan wilayah kita sudah tidak sama saat penyusunan awal RPJMD Papua Barat, hal ini juga disebabkan kekosongan pimpinan dimana pejabat definitif Gubernur Papua Bara telah berakhir di Tahun 2022 lalu,” jelas Werinussa.

Selan terkait sasaran daerah yang semakin sempit karena pemekaran wilayah, fokus perubahan RPJMD yakni masalah penurunan angka kemiskinan, penurunan angka stunting serta memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sejumlah Kabupaten yang ada di Papua Barat.

“Dalam penyusunan perubahan lebih cenderung kepada isu strategis seperti kemiskinan, stunting, dan PAD. Seperti usaha penurunan angka kemiskinan maka program yang dilakukan agar pada Tahun 2026 target kita untuk menurunkannya sampai 18 Persen bisa tercapai,” lanjut dia.

Disebutkan, dalam tahap Konsultasi Publik Rencana Pembangunan RPD Papua Barat melibatkan semua pihak, selain Organisasi Pemerintah daerah (OPD) juga hadir akademisi dari Universitas di Papua Barat.

“Sekarang yang kita laksanakan adalah konsultasi publik, kita minta masukan dari semua pihak agar RPJMD kita sempurna, selanjutnya akan diserahkan oleh DPR Papua Barat untuk disahkan menjadi rencana kerja yang baru,” tandas Werinussa.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Dance Sangkek berharap forum strategis tersebut mampu dimanfaatkan secara maksimal,serta keterlibatan pemangku kepentingan dalam melaksanakan pembangunan.

“Dengan melibatkan semua pihak agar memberi masukan konstruktif dalam melahirkan gagasan solutif untuk menjawab berbagai isu strategis terhadap rencana pembangunan, sesuai dengan prioritas, tujuan dan sasaran pembangunan yang telah dirancang oleh pemerintah provinsi papua barat saat ini,” harap Sekda.

KENN

Exit mobile version