as
as

Fakta Sidang, Saksi JPU: Pesawat-Helikopter Usulan Bupati Eltinus, Bukan Rettob

IMG 20230705 WA0003
Saksi Cherly Lumenta yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum saat mengikuti sidang di Pengadilan Tipikor Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Selasa (4/7/2023) / Foto: EHO

Koreri.com, Jayapura – Salah satu saksi yang dihadirkan dalam sidang kasus Johannes Rettob adalah mantan Kepala BPKAD Kabupaten Mimika Cherly Lumenta.

Ia dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang perkara dugaan tindak pidana pengadaan pengadaan pesawat dan helikopter dengan terdakwa Plt Bupati Mimika Johannes Rettob dan Direktur Utama PT. Asian One, Silvi Herwati di Pengadilan Negeri Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Selasa (4/7/2023).

as

Hakim Ketua Thobias Benggian, SH, memimpin jalannya sidang tersebut didampingi Hakim Anggota Linn Carol Hamadi, SH dan Andi Matalata, SH, MH.

Sidang yang dimulai pukul 10.40 Wit dan berlangsung secara marathon, baru berakhir pukul 21.30 Wit dengan total menghadirkan 14 saksi yang dihadirkan JPU Kejaksaan Tinggi Papua.

Cherly Lumenta dalam keterangannya mengatakan pengadaan pesawat Cesna Caravan dan Helikopter Airbus milik Pemkab Mimika itu merupakan usulan Bupati Eltinus Omaleng.

“Bupati Eltinus Omaleng itu orang yang hebat yang punya pemikiran untuk memenuhi pelayanan kepada masyarakat. Nah, dia melihat bahwa banyak daerah-daerah terpencil di Kabupaten Mimika yang sulit dijangkau karena letak geografis,” urainya.

“Makanya beliau punya cara ketika beliau jadi dengan semangat harus ada pesawat dan helikopter. Karena ada daerah-daerah yang tidak ada lapternya, heli itu untuk turun gantinya jadi itulah yang terjadi,” tegasnya.

Cherly Lumenta kemudian mengungkapkan status Johannes Rettob saat perencanaan itu.

“Dan dulu itu pak Jon Rettob masih kepala bidang sedangkan kepala dinas itu pak Hiskia tahun 2014. Ini kan Anggaran 2015 dan dikerjakan 2014. RAPBD saat itu usulan untuk pembelian ini 74 milyar atau tujuh puluhan lah,” ungkapnya.

Kendati demikian, Cherly Lumenta meyakini orang Dinas Perhubungan pasti mengetahui dan terlibat pengadaan itu.

“Tetapi dalam pengusulannya itu semangat dari Pak Bupati Eltinus Omaleng,” pungkasnya.

Majelis Hakim kemudian memberikan kesempatan kepada terdakwa Johannes Rettob dan Silvi Herawaty, apakah keterangan saksi benar?

“Apa yang disampaikan saksi Cherly Lumenta itu benar bahwa usulan pengadaan pesawat itu Bupati Eltinus Omaleng, terima kasih ibu Lumenta sudah bersaksi di persidangan,” Johannes Rettob menjawab.

Sidang lanjutan dijadwalkan akan berlangsung pada 7 Juli mendatang dan sesuai kesepakatan akan dimulai pukul 07.00 Wit.

EHO

as