Waterpauw : Jika Pemerintah Kurangi Beban Masyarakat Maka Sulit Untuk Maju

IMG 20230912 WA0031

Koreri.com, Manokwari – Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw tidak menampik bila bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tahap II tahun 2023 bertujuan mengurangi beban pengeluaran bagi keluarga.

Namun di sisi lain, Waterpauw berpendapat, bila Pemerintah terus mengurangi beban masyarakat, maka akan sulit bagi masyarakat untuk maju.

“Saya berpikirnya masa terus Papua dikurangi bebannya, kalau seperti ini terus, masyarakat bangkitnya kapan?” ucap Pj Gubernur Waterpauw sebelum melaunching Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Bantuan Tahap II tahun 2023 di halaman Gudang Bulog Subdvire, Manokwari, Selasa (12/9/2023).

“Tuhan sudah kasih kita tanah yang subur, masa orang lain datang ambil makan disini dan kita tidak siapkan diri untuk bangkit,” tambahnya.

Pemerintah kata Waterpauw memberikan bantuan untuk mengurangi beban masyarakat, namun beban selanjutnya merupakan perjuangan sendiri yang harus dihadapi secara terencana.

“Bantuan ini tahap kedua selama bulan September hingga November 2023. Selanjutnya beban sehari-hari kita harus berjuang sendiri. Karena itu, mari manfaatkan lahan kosong, pekarangan yang ada untuk kita manfaatkan tanam berbagai kebutuhan sehari-hari kita, sehingga ketika krisis pangan dunia, kita sudah siap,” dorongnya sembari mengajak para penerima bantuan pangan untuk bekerja.

“Jadi mama-mama bisa yaa kita bekerja, bapa-bapa yang masih muda, bisa ya kita manfaatkan lahan kita,” ajak Waterpauw yang disambut tepuk tangan hadirin.

Turut Hadir Pj Sekda Papua Barat, Yacob Fobataba, Kajati Papua, Harly Siregar, Bupati Manokwari, Hermus Indou, Sekda Pegunungan Arfak Evert Dowansiba, Kepala BI Perwakilan Papua Barat, Kepala Bulog Manokwari, Asisten dan Pimpinan OPD dilingkup Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari.

RLS