Wenno Kecam Pencopotan Kepala Bapenda Maluku, Begini Penilaiannya

Jantje Wenno10
Wakil Ketua Komisi I DPRD Maluku Jantje Wenno

Koreri.com, Ambon – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Maluku Djalaludin Salampessy resmi dicopot dari jabatannya.

Kabar pencopotan pria yang saat ini bertugas sebagai Penjabat Bupati Buru ini mendapat sorontan dari berbagai kalangan.

“Cara-cara membunuh orang dengan cara-cara seperti itu sangat kami sayangkan, dan kami mengecam hal tersebut,” kecam Wakil Ketua Komisi I DPRD Maluku Jantje Wenno kepada awak media di Ambon, Selasa (24/10/2023).

Ia menyayangkan langkah yang dilakukan Gubernur Murad Ismail menggantikan Salampessy dari jabatan sebagai Kepala Bapenda Maluku. Padahal Salampessy sementara mengemban tugas sebagai Penjabat Bupati Kabupaten Buru.

“Saya kira apalagi ini terjadi di penghujung masa jabatan dari pada Pak Murad Ismail dan Pak Barnabas Orno. Walaupun ini menjadi kewenangan dari Gubernur, tapi Gubernur tidak bisa bebas sesuka hati. Ini ada aturan-aturan yang melarang juga, apalagi di akhir masa jabatan yang memang harus di taati oleh saudara Gubernur,” nilainya.

Belum lagi, kata Wenno, pergantian Salampessy ini diduga ada bumbu aspek politis.

“Ini yang sangat memprihatinkan kita,” bebernya.

Wenno pun menegaskan, sebagai pimpinan Komisi I dirinya sangat menyesalkan langkah Gubernur seperti itu.

“Ini cara yang sewenang-wenang sama seperti yang di lakukan kepada Penjabat Bupati Maluku Tengah. Kalau dengan cara ini sama saja nanti pada akhirnya membuat saudara Djalaludin itu jadi pusing dan tidak bisa melaksanakan tugas sebagai Penjabat Bupati secara baik,” tegasnya.

Masih menurut Wenno, cara-cara yang ditempuh Gubernur seperti ini telah melampaui kewenangannya sebagai seorang kepala daerah.

Ditegaskan pula, dalam Surat Keputusan (SK) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Salampessy tertulis dalam jabatannya sebagai Kepala Dinas. Walaupun nanti dalam jabatan sebagai Penjabat  Bupati,  kewenangannya ada di Kemendagri.

“Maka itu, cara-cara preman seperti ini atau cara membunuh orang dengan cara-cara seperti ini sangat kami sayangkan,” ujarnya.

Perlu diketahui, dari beberapa sumber yang didapatkan pada lingkup Pemda Maluku bahwa pergantian Salampessy dari jabatan Kepala Bapenda karena kurang adanya dukungan kepada Widya Pratiwi Murad untuk maju sebagai Calon Anggota DPR RI Dapil Maluku dari Partai Amanat Nasional (PAN) pada Pemilihan Umum 14 Februari 2024 mendatang.

Widya Pratiwi Murad adalah istri Gubernur Murad Ismail yang pernah menjadi Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku namun dipecat Ketua Umum Megawati Soekarno Putri beberapa waktu lalu.

JFL