Koreri.com, Jayapura – Aksi penyerangan, pengrusakan hingga pengeroyokan terhadap dua ASN Pemkab Mimika Bertha Beanal dan Ida Maniagasi di kompleks Timika Indah, Papua Tengah, Senin (15/1/2024).
Informasi yang diperoleh media ini, aksi itu dipimpin langsung PM, wanita yang diduga istri ketiga sang “Bos Besar” Bupati Mimika Eltinus Omaleng (EO).
Kedua korban pengeroyokan dan pengrusakan rumah Bertha Beanal dan Ida Maniagasi langsung mendapat bantuan hukum dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Papua Tengah.
Diduga pula, istri dari Yohanes Kemong (YK) yang tak lain juru bicara EO juga turut terlibat melakukan pukulan pertama kepada korban.
Belakangan muncul kabar, tindakan premanisme itu buntut dari aksi demo damai yang dilakukan Solidaritas ASN Mimika, Senin (15/1/2024) hingga berujung pelayanan pemerintahan setempat lumpuh total.
Ditemui saat konfrensi pers yang dilakukan YLBH Papua Tengah bersama korban di salah satu restoran pukul 20:00 WIT Senin (15/1/2024) malam, tindak kriminal tersebut telah dilaporkan secara resmi ke Polres Mimika dan menjadi pusat perhatian publik setempat.
Kasus ini bermula pada pukul 15:30 WIT ketika sekelompok orang mendatangi rumah korban.
Diduga kuat, penganiayaan ini merupakan buntut dari aksi demonstrasi yang terjadi di kantor pusat pemerintahan.
Menurut keterangan korban sekitar 30 orang datang ke rumah, mengancam untuk membakar rumah korban, dan melakukan pelemparan hingga merusak kaca rumah.
Korban Bertha Beanal juga menjelaskan bahwa para pelaku tidak hanya melakukan penganiayaan fisik, tetapi juga merusak properti miliknya.
Sementara Ida Maniagasi, yang berusaha meredakan situasi melalui musyawarah, juga menjadi korban penganiayaan hingga mengalami luka parah.
Direktur YLBH Papua Tengah, Yoseph Temorubun yang mendampingi korban menekankan urgensi penanganan kasus ini oleh Kepolisian Polres Mimika.
“Kami meminta agar dalam waktu 1×24 jam, para pelaku segera diamankan atau menyerahkan diri. Kasus ini dianggap sebagai tindak kriminal murni, dan keberhasilan penegakan hukum akan memberikan keadilan kepada para korban,” kata Yoseph.
Jika Kapolres Mimika tidak memberikan perhatian serius terhadap kasus ini, YLBH Papua Tengah menyoroti bahwa opsi aksi balasan dari keluarga korban mungkin akan muncul.
Oleh karena itu, YLBH mendesak Kapolres untuk bersikap tegas dan memastikan bahwa proses hukum terus dilanjutkan hingga memberikan efek jera kepada pelaku.
“Visum korban telah dilakukan pada pukul 17:30 WIT, diikuti dengan pembuatan laporan polisi resmi ke Polres Mimika,” ujarnya.
YLBH Papua Tengah berkomitmen untuk terus mendukung korban dan mengawal proses hukum agar keadilan dapat segera terwujud.
Publik Mimika juga diharapkan untuk turut mengawal perkembangan kasus ini demi menciptakan masyarakat yang aman dan berkeadilan.
Ia berharap pihak Kepolisian Polres Mimika dapat segera bertindak tegas untuk menangkap pelaku.
“Kejadian ini harus diusut tuntas, dan keadilan harus ditegakkan agar tak ada lagi korban yang mengalami hal serupa. Kami memohon agar masyarakat juga mendukung agar kebenaran dan keadilan dapat terwujud,” pungkasnya.
TIM






























