Pemuda Kei Mimika Didorong Jadi Pelopor Sadar Hukum dan Perdamaian

APKM Pelopor Sadar Hukum
Kegiatan Penyuluhan Hukum bagi Pemuda Kei Mimika di Hotel Serayu Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (18/10/2025) / Foto : EHO

Koreri.com, Timika – Aliansi Pemuda Kei Mimika (APKM) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kesadaran hukum pada kalangan generasi muda Kei di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Melalui kegiatan penyuluhan hukum bertajuk “Pemuda Kei Mimika Sadar Hukum” yang digelar di Hotel Serayu, Timika, Papua Tengah, Sabtu (18/10/2025), APKM berupaya menumbuhkan pemahaman hukum agar para pemuda dapat menjadi pelopor ketertiban dan keamanan di daerah.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Rian Oktaria dan Juru Bicara YLBH Papua Tengah Agli Elkel.

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria, menjelaskan materi mengenai tahapan proses hukum tindak pidana kriminal, mulai dari penyelidikan hingga penyidikan tahap penyerahan ke jaksa

Ia juga memberikan sejumlah contoh kasus kriminal yang pernah ditangani Polres Mimika  sebagai pembelajaran bagi peserta.

“Kegiatan penyuluhan hukum hari ini sangat luar biasa. Saya berharap komunitas pemuda lain di Kabupaten Mimika juga melakukan hal seperti yang dibuat APKM,” ujar AKP Rian.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa menyampaikan pesan moral kepada adik-adik agar lebih memahami hukum dan menjaga keamanan bersama. Saya juga berterima kasih kepada Pemuda Kei yang telah berinisiatif dan berharap mereka tetap kompak menjaga kamtibmas di Mimika,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum APKM Yoseph Temorubun menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan hukum ini merupakan langkah awal dalam menumbuhkan kesadaran hukum di kalangan pemuda Kei, terutama di wilayah yang kerap berpotensi konflik.

“Selama ini, beberapa kekacauan kerap dikaitkan dengan oknum yang mengatasnamakan suku Kei. Melalui penyuluhan ini, kami ingin mengubah pola pikir itu dengan memberikan pemahaman hukum yang benar,” kata Yoseph.

Ia menjelaskan, peserta kegiatan berasal dari berbagai kampung dan kompleks yang dinilai memiliki potensi konflik.

Diharapkan, dengan meningkatnya pemahaman hukum, para pemuda dapat menjadi agen perdamaian di lingkungan masing-masing.

“Setelah sosialisasi, banyak peserta mulai sadar pentingnya taat hukum dan ingin bergabung dengan APKM untuk menjadi pelopor kedamaian di Kabupaten Mimika. Dalam waktu dekat, kami juga akan melantik pengurus APKM tingkat distrik agar dapat membantu pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat menjaga stabilitas keamanan,” jelasnya.

Yoseph menegaskan, menciptakan keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan, tetapi merupakan tugas bersama seluruh elemen masyarakat.

“Kami berharap dukungan semua pihak, termasuk tokoh-tokoh Kei di Mimika. Karena keamanan bukan semata tanggung jawab pemerintah atau TNI-Polri, tetapi tanggung jawab kita semua untuk menjadikan Mimika tetap aman dan damai,” pungkasnya.

EHO