Koreri.com, Ambon – Jalan utama dan sebagian talud penahan pantai Negeri Hatu, Leihitu Barat, Maluku Tengah dilaporkan mengalami rusak parah sejak 2022 lalu.
Jalan yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Leihitu Barat itu rusak parah akibat curah hujan yang tinggi kala itu dan hingga saat ini belum juga mendapat perhatian dari Pemerintah setempat.
Parahnya, sebagian jalan yang berstatus jalan Provinsi itu amblas dan hingga saat ini baru sebatas ditimbun saja namun tidak ada kelanjutan perbaikannya.
Selain jalan, kondisi rusak parah juga menimpa talud penahan ombak.
Atas fakta tersebut, Anggota DPRD Maluku Halimun Saulatu menyoroti Pemerintah provinsi yang terkesan tutup mata.
“Harus bisa melihat dan jangan cuma menutup mata karena hal ini sudah dari 2022 dan sudah cukup lama juga. Bukan saja di negeri Hatu yang jalannya rusak, tapi kita harus lihat semua jalan Leihitu Barat yang sudah rusak parah dan itu harus ada keseriusan Pemerintah Provinsi Maluku,” sorotnya kepada sejumlah awak media di depan Kantor DPRD Maluku, Jumat (15/3/2024).
Intinya, tegas Saulatu, Pemprov harus serius melihat dua permasalahan yang terjadi di sana.
“Saya tahu Gubernur Maluku itukan anak Jazirah yang mana selama ini memperkenalkan diri sebagai orang Jazirah. Maka itu harus menjadi tanggung jawab moral Murad Ismail sebagai orang Jasirah dan terlepas tanggung jawab dirinya selaku kepala daerah,” imbuhnya.
Disinggung soal alih status dari jalan Provinsi ke jalan Nasional, menurut Saulatu, hal itu bisa saja dilakukan. Tapi semua harus mengikuti syarat dan mekanisme yang ada.
“Intinya mari kita bersama-sama berkordinasi dan bisa menyelesaikan jalan dan talud yang rusak ini supaya pengendara maupun masyarakat di sana bisa melintasi jalan tersebut dengan baik dan juga Talud bisa di perbaiki agar tidak ada bencana yang terjadi kepada masyarakat di sana,” pungkasnya.
JFL






























