Koreri.com, Sorong – Seleksi Penerimaan Calon Siswa (Casis) Bintara Polri Polda Papua Barat dan Papua Barat Daya Tahun Anggaran 2024 telah memasuki tahap akhir.
Terkini, seluruh casis akan menjalani tes terakhir yaitu pantukhir.
Terkait tahapan seleksi tersebut, mendapat perhatian serius dari Anggota DPR Papua Barat Agustinus Kambuaya yang langsung meminta atensi khusus dari Kapolda PB Irjen Pol. Jhonny Edison Isir.
“Jadi tes polisi ini sudah sampai pada tahapan terakhir yaitu pantukhir ini. Di kesehatan kedua dan psiko kedua dan lain lain. Maksud kita tes psiko ini ada psiko pertama juga kesehatan pertama lalu kemudian kesehatan kedua, psiko kedua. Saya kira dari tahapan ini cukup panjang, tinggal sidang akhir pada 28 Juni dan pembukaan pendidikan,” ungkapnya kepada Koreri.com, Kamis (20/6/2024).
Kemudian, dari 19 sampai 22 Juni 2024 berupa administrasi.
“Kita berharap dan kita minta kepada bapak Kapolda Papua Barat agar memberikan atensi hingga turun kepada tim penerima sampai kepada Polres kabupaten/kota,” imbuh Kambuaya.
Dalam hal ini, khususnya bagi casis yang mengikuti tes sampai pada tahap psiko kedua dan kesehatan kedua ini agar dapat diakomodir barulah nanti dilakukan pembinaan dan lain sebagainya.
Dasarnya kata Agustinus, tetap mengacu pada pembagian 80% OAP dan 20% Non OAP.
“Permintaan kita seperti biasa yaitu 80 : 20,” tekannya.
Agus kemudian menyinggung soal kuota sisa jatah OAP yang kemudian tidak terpakai agar dapat dibijaki.
“Kalau kita lihat di kuota yang ada di pengumuman yang tadi ini gugur. Contoh misalnya Maybrat dari total kuota 100 sebanyak 26 casis tidak lulus. Berarti yang masuk kan tidak sampai 70% artinya sayang kan kuota sisanya. Ini dikemanakan?” singgungnya.
Olehnya itu, Agus berharap agar bagaimana semua kuota itu dapat terpakai baik Maybrat, maupun kabupaten lainnya baik dari OAP maupun jatah yang non OAP.
Mengingat proses seleksi ini sudah sampai pada tahapan akhir.
Agus pun mengakui tak sedikit orang yang datang menemui dirinya.
“Jadi kita berharap begitu kepada bapak Kapolda. Karena yang kita bicara soal keberpihakan ya begini, afirmasi artinya 80% memenuhi, 20% tidak, itulah kebijakan. Kalau tidak bisa bijak berarti dibijaki,” dorongnya.
Sekali lagi, Agus meminta Kapolda untuk memberikan atensi ke tingkat bawah ke tim penerima untuk mengakomodir Polres-polres yang ada.
“Kalau yang gugur cuma 20, atau kalau cuma 10 atau 15, dari pada kuotanya terbuang maka biarkan mereka mendapatkan semacam pembinaan khususlah begitu. Ini kan namanya polisi, masyarakat yang mau dijadikan polisi. Pelajar yang mau dijadikan polisi,” tandasnya.
KENN






















