Fokus  

BPJN Maluku Berhasil Tangani 10 Longsoran di Seram, 15 Titik Sementara Dikerjakan

34d5c371 11b9 47f9 b994 a3041e4d2d09 compressed

Koreri.com, Ambon – Kendati kondisi alam tidak bersahabat dengan curah hujan yang cukup tinggi sejak 13 Mei hingga 12 Juni 2024 yang menguyur Pulau Seram, tidak menyurutkan semangat Balai Pelaksanaan Jalan dan Jembatan Nasional (BPJN) Maluku untuk terus bekerja memperbaiki kerusakan pada pemukiman masyarakat, sarana prasarana dan infrastruktur jalan dan jembatan di pulau tersebut.

“Kami terus bekerja demi kelancaran arus transportasi di Pulau Seram agar kembali normal, khususnya di ruas jalan Tamilouw-Haya dan Tehoru-Laimu serta ruas jalan Laimu-Werinama,” ungkap Yani Latuheru, ST, MT selaku PPK 2.2 pada Satker PJN wilayah I BPJN Maluku melalui pesan singkatnya kepada media ini, Jumat (5/7/2024).

Pada titik-titik terjadinya longsoran di ruas Tamilouw-Haya dan Tehoru-Laimu terdapat 10 titik longsor dan semua titik-titik itu sudah selesai dikerjakan.

“Ada 10 titik terjadinya longsoran dan langsung kami bekerja keras menanganinya sehingga dari semua titik-titik longsoran itu sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan mobil. Intinya, kami terus bekerja untuk memperbaiki kekurangan-Kekurangan yang ada di lapangan,” urainya.

Ketika disinggung soal kronologis kejadian longsoran lereng atas pada ruas Laimu-Werinama dan terputusnya jalan pendekat Jembatan, Latuheru menjelaskan hal itu dipicu akibat curah hujan yang cukup tinggi.

Kondisi itu kemudian mengakibatkan terjadi 25 titik longsoran lereng atas dan rusaknya gorong-gorong, rusaknya pasangan batu talud, serta terputusnya jalan pendekat.

f44c1827 a118 4714 aa7f 0c04cb50da05 compressed

Akibat curah hujan yang tinggi itu ada 10 titik longsoran lereng atas pada ruas Tehoru-Laimu pada sta. 04+300, sta. 04+550, sta. 04+625, sta. 05+340 sta. 06+050, sta. 05+610, sta. 05+800, sta. 06+125, sta. 05+670, sta. 06+900.

Kata Latuheru, selain 10 titik longsoran lereng atas, pada titik 11 ada juga kerusakan dua unit gorong-gorong pada jalan pendekat Jembatan Wai Kawanua ruas Tehoru-Laimu, titik 12, rusaknya pasangan batu talud pada jalan pendekat Wai Motor ruas Tehoru-Laimu

Titik 13. Terputusnya jalan pendekat Jembatan Wai Satu, ruas Tamilouw-Haya, titik 14, terputusnya jalan pendekat Jembatan Wai Buaya ruas Tamilouw-Haya dan Titik 15. Rusaknya pasangan batu talud pada jalan pendekat Jembatan Wai Saju III ruas Tehoru-Laimu.

Kerusakan pada 25 titik itu sempat mengakibatkan terputusnya akses jalan penghubung masyarakat di dua Kabupaten yakni Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Timur, sehingga pada tanggal 8 Juni 2024 kemarin telah dilaksanakan penanganan darurat sementara tanggal 9 Juni 2024 dengan memasang rambu-rambu peringatan dan polisi line.

“Karena kerja keras kami, maka untuk titik 1 sampai titik 10 longsorannya sudah kami kerjakan pembersihan dan untuk titik 11 sampai dengan titik 15 sementara dilakukan penanganan kami,” tandasnya.

Pihaknya, tambah Latuheru, mengharapkan adanya pengertian baik dari masyarakat semua.

“Kami akan bekerja semaksimal mungkin untuk memperbaiki semuanya,” pungkasnya.

JFL