Koreri.com, Sorong – Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Papua Barat Daya (PBD) mengumumkan sekaligus penyerahan penghargaan hasil penilaian kinerja kabupaten/kota atas pelaksanaan 8 aksi konvergensi percepatan penurunan stunting tahun 2023.
Giat tersebut berlangsung di Rylich Panorama Hotel Sorong, Rabu (31/7/2024).
Dalam hasil penilaian Bapperida PBD, Kabupaten Sorong menempati posisi pertama dengan nilai 122. Sedangkan Kabupaten Tambrauw berada di peringkat VI dengan nilai 90.
Kepala Dinas Kesehatan PBD dr. Naomi Netty Howay, SKM, M. Kes dalam sambutannya mengungkapkan program penurunan stunting telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang dilanjutkan dalam RPJMN 2020-2024.
Targetnya, tahun ini prevalensi stunting harus mencapai 14%.
Guna mendukung upaya dimaksud, telah terbit Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.
Sementara itu, 8 aksi konvergensi percepatan penurunan stunting tentunya memiliki peran strategi dalam penurunan stunting di daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Lanjut Kadis, sebagai provinsi termuda ke 38 yang baru saja terbentuk pada 9 Desember 2022 tentunya Papua Barat Daya juga berkomitmen dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayah itu khususnya dalam mengkoordinir pelaksanaan 8 aksi konvergensi di 6 kabupaten/kota.
“Maka tentunya agenda penilaian kinerja kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8 aksi konvergensi percepatan penurunan stunting ini menjadi salah satu agenda wajib yang harus dilaksanakan Pemerintah Provinsi PBD,” lanjutnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kinerja Pemerintah kabupaten/kota dapat diukur dan juga dievaluasi serta diapresiasi.
“Di samping itu pula ajang ini dapat dijadikan motivasi untuk lebih meningkatkan kinerja dalam upaya percepatan penurunan stunting di daerahnya masing-masing,” harapnya.
Atas nama Pemprov PBD, Kadis memberikan apresiasi atas capaian kinerja pelaksanaan 8 aksi konvergensi penurunan stunting di 6 kabupaten/kota.
“Bagi kabupaten/kota yang kinerjanya masih belum maksimal, saya berharap kiranya tahun ini dapat lebih bersemangat lagi dalam melaksanakan konvergensi dengan OPD terkait maupun lintas stakeholder dalam melaksanakan intervensi sensitif dan spesifik percepatan penurunan stunting sehingga di tahun ini angka prevalensi stunting di Papua Barat Daya dapat mengalami penurunan,” pungkasnya.
Berikut daftar peringkat hasil penilaian
– Peringkat I : Kabupaten Sorong dengan nilai 122
– Peringkat II : Kabupaten Sorong Selatan (107)
– Peringkat III : Kabupaten Raja Ampat (100)
– Peringkat IV : Kota Sorong (98)
– Peringkat V : Kabupaten Maybrat (97)
– Peringkat VI : Kabupaten Tambrauw (91)
ZAN
