Koreri.com, Ambon – Pakaian seragam sekolah bagi siswa baru di SMAN I Ambon untuk tahun ajaran 2024/2025 tetap sesuai dengan aturan sekolah.
Namun untuk pengadaannya demi keseragaman, pihak sekolah meminta orang tua langsung membelinya di salah satu toko yang ditentukan.
Hal ini disampaikan Kepala SMAN I Ambon, Drs. A.R. Tahalele, M.Pd kepada media ini di ruang kerjanya, Sabtu (10/8/2024 ) terkait mekanisme pengadaan pakaian seragam sekolah.
“Jadi, sekolah sama sekali tidak berurusan dengan pengadaan pakaian seragam, orang tua langsung membelinya di toko yang telah ditentukan. Hal ini dimaksudkan supaya tidak ada penilaian yang keliru terkait pengadaan seragam sekolah,” terangnya.
Untuk seragam sekolah, lanjut Tahalele terdiri dari seragam putih abu-abu, Pramuka, baju cele dan pakaian olahraga.
“Sebagai pimpinan sekolah saya bersyukur dengan langkah seperti ini. Semua kebutuhan pakaian seragam sekolah semuanya orang tua langsung berhubungan dengan toko yang telah ditentukan. Jadi tidak ada sekolah yang menyediakan pakaian seragam,” tegasnya.
Untuk SMAN I Ambon, kata Tahalele, saat ini kegiatan kelas X telah berlangsung, diawali dengan MPLS, test IT dan pembagian ruang belajar.
Dalam dua minggu ini khusus untuk kelas X, XI XI sementara mengikuti proyek pelajar Pancasila dan nantinya tanggal 5-9 Agustus 2024 sudah dimulai kegiatan belajar mengajar. Dan pada tanggal 10-15 Agustus 2024 dilakukan kegiatan Porseni, tanggal 16 Agustus persiapan HUT Proklamasi dan 17 Agustus itu upacara peringatan HUT Proklamasi. Tanggal 18 Agustus kegiatan belajar mengajar di mulai lagi.
“Sebagai pimpinan sekolah, saya bersyukur atas kepercayaan masyarakat/orang tua yang mempercayakan anak-anak mereka mengenyam pendidikan di SMAN I Ambon. Saya juga berharap kepercayaan masyarakat/ orang tua harus juga disertai dengan tanggung jawab bersama,” pintanya.
Tahalele mengingatkan, ketika anak-anak berada di sekolah, maka sekolah bertanggung jawab mendidik, membina dan melatih mereka. Tetapi orang tua juga harus bertanggung jawab dalam mengawasi ketika anak-anak berada di rumah.
“Terkait dengan pungutan di luar sumbangan pendidikan di SMAN I Ambon tidak ada. Namun untuk Porseni, orang tua siswa akan mengeluarkan biaya, namun saya sudah instruksikan bagi semua kelas untuk mengundang orang tua dalam membahas hal ini dengan baik agar ada kesepakatan bersama” pungkasnya.
JFL
























