Hari Pertama, TIFA 2026 Catat Transaksi Capai Puluhan Juta Rupiah

TIFA 2026 Catat Transasksi Puluhan Juta H1
Hari pertama Timika Inside Festival of Art (TIFA) ke VI Tahun 2026, Kamis (2/7/2026) sebelum pembukaan resmi, transaksi produk UMKM telah mencapai sekitar Rp10 juta. / Foto : EHO

Koreri.com, Timika – Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui ajang Timika Inside Festival of Art (TIFA) 2026.

Festival budaya tahunan ini dinilai tidak hanya menjadi ruang pelestarian seni dan tradisi Papua, tetapi juga terbukti mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika, Semuel Yogi menyampaikan harapannya agar TIFA ke depan dapat berkembang menjadi agenda budaya berskala Provinsi Papua Tengah dengan melibatkan seluruh kabupaten.

“Sejak pertama kali digelar pada 2019, TIFA telah memberikan dampak nyata terhadap UMKM di Mimika,” ujarnya saat membuka Karnaval TIFA 2026 di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Kamis (2/7/2026).

“Kami berharap ke depan delapan kabupaten di Papua Tengah dapat terlibat sehingga festival ini semakin besar dan berdampak luas,” sambungnya.

Menurutnya, TIFA menjadi wadah strategis untuk menggerakkan sektor ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Papua ke tingkat nasional hingga internasional. Tema karnaval tahun ini pun dinilai mencerminkan semangat masyarakat Papua dalam menjaga identitas budaya sekaligus berinovasi.

“TIFA bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga mengangkat harkat dan martabat masyarakat Papua, khususnya di wilayah Indonesia Timur,” katanya.

TIFA 2026 Catat Transasksi Puluhan Juta H1 2Semuel juga mendorong Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk memberikan dukungan lebih optimal melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), terutama antara Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa festival seperti TIFA membuka ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas melalui berbagai karya, mulai dari seni tari, musik tradisional, ukiran, hingga produk ekonomi kreatif.

“Papua Tengah membutuhkan ruang ekspresi dan hiburan yang produktif. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya terhibur, tetapi juga mampu berkembang dan meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Dari sisi ekonomi, dampak TIFA 2026 terhadap UMKM dinilai cukup signifikan.

Omzet pelaku usaha selama festival berlangsung diperkirakan mencapai Rp1 juta hingga Rp2 juta per peserta.

Bahkan pada hari pertama, sebelum pembukaan resmi, transaksi produk UMKM telah mencapai sekitar Rp10 juta.

“Ini menunjukkan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Masih ada hari kedua dan ketiga, sehingga potensi transaksi akan terus meningkat,” ungkap Semuel.

TIFA 2026 digelar selama tiga hari dengan melibatkan sekitar 30 pelaku UMKM.

Selain dari Mimika, kegiatan ini juga diikuti peserta dari berbagai daerah di Papua, seperti Deiyai, Puncak, Nabire, Biak Numfor, dan Merauke.

Sebagai bentuk dukungan nyata, usai membuka karnaval, Semuel Yogi turut mengunjungi seluruh stan dan membeli berbagai produk UMKM yang dipamerkan, guna mendorong peningkatan pendapatan para pelaku usaha selama festival berlangsung.

Pemerintah berharap TIFA dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat identitas budaya Papua di kancah yang lebih luas.

EHO