Koreri.com, Timika – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika terus memaksimalkan semua potensi yang ada dan dimiliki dalam rangka menyambut sebuah peristiwa paling monumental dan bersejarah bagi perjalanan bangsa dan Negara Indonesia.
Salah satunya, dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat persatuan, menjaga keamanan serta ketertiban daerah menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 2026 nanti.
Ajakan itu disampaikan Bupati Johannes Rettob dalam acara silaturahmi dan makan malam bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan TNI-Polri, lembaga adat, partai politik, organisasi kemasyarakatan, serta tokoh agama, perempuan, pemuda, dan masyarakat, Sabtu (15/8/2026) malam.
Momen pertemuan itu pun tidak hanya sekadar menjadi ajang silaturahmi, namun berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Pertemuan itu hadir sebagai ruang bagi berbagai unsur masyarakat untuk membangun komunikasi, bertukar pandangan, sekaligus menyatukan komitmen menjaga Mimika tetap aman, damai, dan kondusif.
Bupati Rettob menegaskan, keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan pemerintahan dan pembangunan.
Karena itu, tentunya dibutuhkan dukungan dari seluruh tokoh dan kelompok masyarakat yang memiliki peran serta pengaruh di tengah warga.
“Melihat situasi yang ada saat ini, kami berharap kita semua yang hadir di sini, selaku ketua organisasi, ketua paguyuban, pengurus partai politik, organisasi kemasyarakatan, serta Bapak-Ibu sekalian yang memiliki massa dan pengaruh di masyarakat, kiranya dapat membantu pemerintah daerah,” imbuhnya.
Lanjut Bupati, berbagai dinamika yang berkembang belakangan ini termasuk kegiatan unjuk rasa dan pawai perlu dihadapi dengan kepala dingin melalui komunikasi dan koordinasi yang baik.
Pemerintah, kata dia, tidak mungkin bekerja sendiri. Kolaborasi antara Pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan berbagai organisasi menjadi kunci untuk memastikan setiap persoalan dapat dikelola secara bijaksana.
“Tentu kita harus berkolaborasi, berkomunikasi, dan berkoordinasi untuk bersama-sama membangun daerah sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.

“Dari ruang seperti inilah, berbagai aspirasi, persoalan, maupun informasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat disampaikan secara langsung,” sahutnya.
Apalagi, peringatan HUT ke 81 Kemerdekaan RI tinggal dua hari lagi.
Ia lantas berharap momentum kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan kegiatan seremonial, tetapi juga diisi dengan semangat persaudaraan dan kepedulian untuk menjaga daerah.
“Momentum kemerdekaan harus kita sambut bersama dengan suasana yang aman, damai dan penuh persaudaraan,” ajaknya.
Sementara itu, Wakil Bupati Emanuel Kemong mengatakan, kepemimpinan mereka telah memasuki tahun kedua.
Masih terdapat berbagai pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian dan penyelesaian secara bersama-sama.
Karena itu, menurutnya, komunikasi langsung dengan para tokoh masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan pemerintahan.
Para tokoh dinilai memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi antara Pemerintah dan masyarakat.
“Kita datang dari berbagai latar belakang budaya, adat, dan lain sebagainya. Momen ini menghadirkan para tokoh untuk menjadi jembatan serta menyampaikan informasi yang tepat kepada warga masyarakat melalui ikatan kerukunan dan wadah masing-masing,” ungkap Emanuel.
Ia menilai keberagaman Mimika merupakan kekuatan yang harus terus dirawat.
Berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat tidak seharusnya menjadi alasan untuk memperlebar perbedaan, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat dialog dan mencari jalan keluar bersama.
“Tidak semua persoalan bisa diselesaikan oleh satu pihak. Kita perlu terbuka, duduk bersama dan mencari solusi yang bisa diterima serta dilaksanakan bersama,” katanya.
Silaturahmi tersebut pada akhirnya bukan hanya tentang pertemuan pemerintah dengan para tokoh masyarakat. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga Mimika merupakan tanggung jawab bersama.
Di tengah keberagaman suku, agama, adat, organisasi, dan latar belakang sosial, persatuan menjadi modal penting untuk memastikan Mimika terus bergerak maju.
Semangat kebersamaan itu diharapkan semakin terasa saat masyarakat Mimika menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI merayakan kemerdekaan dengan penuh sukacita, tetapi tetap menjaga kedamaian, ketertiban, dan persaudaraan.
TIM
























