Di HUT ke 26 APKASI, Bupati Mimika: Pembahasan Fiskal Daerah Jadi Isu Penting

Bupati JR APKASI Del iSerdang
APKASI tepat merayakan hari jadinya yang ke 26 di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, (2/7/2026). Giat yang dipusatkan di Graha Bhinneka Perkasa Jaya, Lubukpakam ini juga dirangkaikan dengan HUT ke 80 Kabupaten Deli Serdang. Bupati Mimika dan rombongan hadir dalam kegiatan tersebut / Foto : Ist

Koreri.com, Deli Serdang – Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) tepat merayakan hari jadinya yang ke 26 di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, (2/7/2026).

Giat yang dipusatkan di Graha Bhinneka Perkasa Jaya, Lubukpakam ini juga dirangkaikan dengan HUT ke 80 Kabupaten Deli Serdang.

Bupati Johannes Rettob didampingi Ketua PKK Mimika Susi Rettob, para Asisten dan sejumlah pimpinan OPD hadir langsung dalam acara tersebut.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto membuka kegiatan di Grha Bhinneka Perkasa Jaya, Lubukpakam Deli Serdang dan dihadiri para bupati se-Indonesia.

Bupati Rettob yang hadir di momen ini dengan para rekan sejawatnya mengucapkan selamat Ulang Tahun kepada APKASI dan Kabupaten Deli Serdang.

Dikatakannya, APKASI merupakan forum yang  menjadi motor penggerak untuk pembangunan daerah di NKRI.

“70 persen masyarakat ada di kabupaten sehingga semua wilayah harus diperkuat dan diperkokoh melalui forum ini,” ujarnya.

Lanjut Bupati Rettob, APKASI dibentuk untuk membangun sinergitas dan kolaborasi antara kabupaten satu dan lainnya. Dan ini merupakan wujud nyata dan komitmen bersama untuk memajukan kabupaten dan Indonesia sendiri.

“Ini pertemuan penting untuk masing-masing Bupati guna dapat memajukan daerah dan juga semakin mempererat hubungan melalui pengalaman, inovasi dan serta kerjasama dalam berbagai sektor pembangunan,” sambungnya.

Bupati JR APKASI Del iSerdang2Bupati mengatakan melalui forum APKASI ini juga, para pimpinan wilayah kabupaten ini dapat berkolaborasi terhadap banyak hal yang selama ini menjadi masalah di Indonesia.

“Tadi kita bicara terkait PAD, bagaimana meningkatkan fiskal daerah. Ini isu yang paling penting. Kita juga bicara tentang transfer ke daerah yang di potong cukup banyak untuk kepentingan nasional,” urainya.

Selain memberikan motivasi dalam forum ini, Wamendagri Bima Arya ungkap Bupati juga memperingatkan banyak hal.

Ada tiga persoalan mendasar yang disampaikan Wamendagri terkait kondisi Indonesia saat ini yakni persoalan geopolitik, program strategis dan pergerakan ekonomi nasional yang berdampak pada daerah.

“Yang pertama adalah persoalan geopolitik di dunia yang mempengaruhi ekonomi di Indonesia. Kemudian kedua, persoalan kita di daerah juga terkait bagaimana kita bisa menjaga program-program strategis nasional disaat dana transfer ke daerah sangat kurang,” rincinya.

Dan ketiga, adanya fenomena di media dimana masyarakat mungkin tidak tahu bahwa Pemerintah daerah saat ini sedang kesulitan untuk bagaimana menggerakkan perekonomian di daerah.

“Masyarakat tidak paham sehingga mereka munculkan video viral hampir semua kepala daerah tidak bekerja. Kondisi ini tidak hanya terjadi di kami tetapi hampir terjadi di seluruh Indonesia. Ini menjadi tantangan buat kita semua” jelasnya.

Terkait dengan implementasi ke daerah terutama di Kabupaten Mimika, Bupati Rettob berharap masyarakat tetap bersabar karena Pemerintah terus berupaya mengoptimalkan potensi yang ada.

“Saya berharap masyarakat tetap bersabar. Di forum ini (APKASI-red) semua pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi bersama untuk membangkitkan dan menggerakkan perekonomian di Indonesia karena secara nasional semua daerah mengalaminya,” pintanya.

TIM