Opini  

Jadi Wilayah Target Investasi, Eksploitasi Papua Untuk Siapa?

Oleh : Agustinus R. Kambuaya,

Agus R Kambuaya

Koreri.com, Jakarta – Komite II DPD RI baru saja menggelar rapat bersama Asosiasi Pertambangan Indonesia dan Perusahan Listrik Nasional (PLN), 10 Desember 2024 lalu.

Dalam rapat dengan tema Hilirisasi Batu Bara, saya berkesempatan menyampaikan empat hal pokok yang berkaitan dengan pengelolaan sumberdaya alam nikel, batu bara bahkan minyak dan gas serta Sawit.

Pada rapat tersebut, saya menyoroti bahwa visi nasional tentang Swasembada Pangan, Kemandirian Pangan serta Kemandirian Energi merupakan agenda nasional. Tetapi kegiatan-kegiatan tersebut memiliki dampak positif dan negatif, untung dan rugi.

Selama ini Papua menjadi daerah target investasi.

Sejak zaman NNGPM Belanda hingga hari ini ratusan ribu barel minyak keluar dari tanah Papua. Menyumbang Visa Negara. Begitu juga tambang mineral, batu bara, emas, nikel, tembaga, bauksit dll.

Sekarang koridor ekonomi Papua menitikberatkan pada peningkatan investasi dan produksi mineral batu bara bahkan Food Estate. Apa nilai guna, asas manfaat langsung kepada masyarakat setempat?

Bukan manfaat dana bagi hasil migas, atau sumber penerimaan daerah (PAD) atau Dana Corporat Social Resposibility (Dana CSR) tetapi nilai guna langsung dari material Nikel, Batu Bara, Emas, minyak dan gas bahkan Sawit.

Sekalipun kami penghasil minyak, kelangkaan minyak masih terjadi di tempat kami. Sekalipun hutan kami dibabat habis untuk kebutuhan sawit, tidak serta merta kami mendapatkan minyak goreng yang murah. Sekalipun kami menyumbang gas terbesar, harga gas elpiji masih mahal. Bahkan sejumlah kampung dan masyarakat masih menggunakan bahan bakar minyak tanah bukan gas LPJ.

Kegiatan pasca tambang yang merupakan tangung jawab lingkungan perusahan belum dilaksanakan dengan baik. Banyak kubangan dan lubang hasil tambang yang dibiarkan.

Kepentingan Food Estate juga merampas tanah masyarakat adat (Land Grabing).
Jadi pada intinya Papua menjadi sasaran investasi dari berbagai sisi, hutan di babat, bumi di gali, tanah di boor, laut di boor. Semua upaya eksploitasi Papua hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar di luar Papua.

Tidak ada manajemen Saving Sumberdaya alam untuk anak cucu orang di Papua 100 Tahun yang akan datang. Semua sumberdaya dieksploitasi bersamaan.

Penulis :

Anggota DPD RI Periode 2024 – 2029