Koreri.com, Sorong – Sebanyak 371 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Provinsi Papua Barat Daya (PBD) dari 5 kabupaten dan satu kota resmi dilepas Gubernur Elisa Kambu dalam sebuah prosesi yang berlangsung di ballroom Antares Vega Hotel Kota Sorong, Rabu (7/5/2025).
Pelepasan CJH ditandai dengan penyerahan bendera kepada ketua kloter dan penyerahan uang saku untuk masing-masing jemaah senilai Rp2 juta. Kemudian, kepada petugas kloter 6 orang masing masing sebesar Rp3 juta.
Turut hadir dalam pelepasan, Wakil Gubernur Ahmad Nausrau, Wakil Ketua DPR PBD Fredy Marlisa, Forkompinda, pimpinan OPD, dan tamu undangan lainnya.
Gubernur Elisa Kambu menyampaikan selamat dan sukses kepada para hamba Allah yang telah terpilih dari sekian banyak yang telah antri ntuk mendapatkan kesempatan menjalankan rukun Islam kelima yaitu menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah.
“Semoga para jemaah dikaruniakan kesehatan, kekuatan, kesabaran, ketenangan, kenyamanan dalam menunaikan ibadah hajinya dan dapat kembali ke Tanah Papua dengan menjadi haji yang mabrur,” imbuhnya.
Gubernur juga berpesan agar selama di tanah suci, para jemaah harus beribadah secara bersungguh-sungguh, disiplin, tertib mengikuti mekanisme yang ada dan dalam berinteraksi harus ramah untuk menunjukan jati diri kehadiran para jemaah yang berasal dari PBD.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Luksen Jems Mayor dalam laporannya merincikan jumlah kuota dari Provinsi Papua Barat dan PBD sebanyak 723 calon jemaah haji berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 196 Tahun 2024 tentang Kuota Haji Reguler.
Provinsi Papua Barat dan PBD termasuk dalam kloter 23 dan 25.
Kloter 23 terdiri atas Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan Sorong Selatan serta dari Makassar dengan jumlah jemaah 393 orang.
Kloter 25 terdiri dari kabupaten Manokwari, Fak Fak, Teluk Bintuni, Kaimana, Raja Ampat, Teluk Wondama, Kabupaten Manokwari Selatan, Tambrauw dan Kabupaten Maybrat.
Adapun rincian dari 723 calon haji itu adalah di Provinsi PBD dari Kabupaten Sorong 78 orang, Kabupaten Sorong Selatan 21 orang, Kabupaten Raja Ampat 23 orang, kota Sorong 237 orang, Tambrauw 8 orang dan Maybrat 3 orang.
Dari Provinsi Papua Barat, Kabupaten Manokwari 160 orang, Teluk Wondama (18), Teluk Bintuni (37) dan Kabupaten Kaimana 35 orang.
ZAN






























