Koreri.com, Ambon – Sebuah pemberitaan oleh salah satu media online lokal mengklaim jalan nasional di ruas Piru – Taniwel, Maluku hancur hingga nyaris memakan korban.
Media itu juga bahkan menyerukan pencopotan Kepala BPJN Maluku serta Kasatker.
Terkait pemberitaan itu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Victor Manusama menegaskan bahwa informasi yang disampaikan media tersebut tidaklah benar alias hoaks.
Pihaknya tengah melakukan perbaikan di lokasi, khususnya di Kilometer (Km) 27.
“Pemberitaan itu hoaks. Kami sedang bekerja di lapangan untuk memperbaiki jalan Piru-Taniwel, meski ada efisiensi anggaran dari Pemerintah pusat. Sayangnya, oknum wartawan ini tidak pernah mengonfirmasi kepada kami, padahal itu wajib sesuai UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik,” kata Manusama di kantor Kasatker Wilayah I Provinsi Maluku, Rabu (14/5/2025).
Kerusakan Akibat Tanah Bergerak
Manusama menjelaskan bahwa kerusakan di Km 27 ruas Piru-Taniwel disebabkan oleh tanah ekspansif yang bergerak, menyebabkan patahan dan longsoran berulang.
Upaya penanganan telah dilakukan sejak 2024, namun kondisi tanah yang tidak stabil membuat perbaikan sementara sering mengalami rusak kembali.
“Kami sudah menurunkan tim khusus dari pusat untuk meninjau lokasi. Tahun 2025 ini, kami fokus pada penanganan khusus di Km 27 karena tanah bergerak,” ungkapnya.
Meski efisiensi anggaran oleh Pemerintah pusat menyebabkan dana khusus untuk Km 27 belum tersedia, BPJN Maluku tetap berupaya menggunakan anggaran preservasi.
“Kami melakukan penimbunan kelas A dan pemeliharaan rutin agar jalan tetap fungsional untuk mendukung aksesibilitas, mobilitas, dan konektivitas ekonomi Masyarakat,” sambungnya.
Tantangan Curah Hujan Tinggi
Salah satu kendala utama di lapangan adalah tingginya curah hujan di Pulau Seram. “Frekuensi dan intensitas curah hujan ekstrem di Seram sangat tinggi, yang memperburuk kerusakan jalan. Meski begitu, kami tetap bekerja semaksimal mungkin demi masyarakat.
Untuk mencegah pergeseran tanah lebih lanjut, BPJN Maluku berencana membangun saluran pembuangan air di sekitar Km 27.
Pengaspalan permanen belum memungkinkan karena tanah masih bergerak. Kami fokus pada holding dan penimbunan pilihan untuk menjaga kemantapan jalan.
Manusama meminta masyarakat untuk bersabar dan tidak terpengaruh oleh pemberitaan yang tidak diverifikasi. Ia juga mengajak wartawan, LSM, dan mahasiswa untuk mendukung upaya BPJN Maluku di lapangan.
“Kami mohon kesempatan untuk bekerja. Jangan percaya hoax yang meresahkan. Dukungan semua pihak sangat kami butuhkan,” imbuhnya.
BPJN Maluku menegaskan komitmennya untuk bekerja maksimal meski menghadapi keterbatasan anggaran dan kondisi alam yang menantang.
“Kepentingan masyarakat adalah prioritas kami. Kami akan terus berupaya memenuhi kebutuhan akses jalan di Piru-Taniwel,” pungkasnya.
RLS
























