Koreri.com, Timika – Bupati Mimika, Johannes Rettob, melontarkan kritik keras terhadap pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai lalai dalam mengelola sumber daya ASN.
“Saya mendapat laporan, masih ada pegawai datang tiap hari, tapi tidak diberi tugas. Ini kelalaian serius! Bagaimana pelayanan publik bisa maksimal kalau pegawai dibiarkan menganggur di meja kerja?” tegasnya disambut hening ribuan ASN yang hadir saat apel gabungan, Senin (26/5/2025).
Situasi ini kata dia, cermin lemahnya manajemen internal dan minim tanggung jawab pimpinan OPD.
“Kepala OPD harus bertanggung jawab! Jangan duduk nyaman di ruangan, tapi membiarkan bawahan bingung tanpa arah. Bagi tugas dengan adil, libatkan semua pegawai dan bangun sistem kerja yang sehat,”cetusnya.
Lebih tajam lagi, Bupati menyoroti munculnya kelompok-kelompok internal yang membentuk faksi eksklusif dalam tubuh dinas, yang menurutnya hanya menimbulkan kecemburuan sosial.
“Saya tahu masih ada pengkotak-kotakan: kelompok dekat pimpinan, kelompok yang tak disukai. Hentikan! Pemerintahan bukan tempat bermain relasi. ASN digaji negara untuk melayani rakyat, bukan bangun sekat-sekat pribadi,” tegasnya lantang.
Bupati juga mengingatkan bahwa reformasi birokrasi bukan sekadar perubahan struktur organisasi, melainkan pembenahan mentalitas dan budaya kerja yang selama ini stagnan.
Ia kemudian menutup arahannya dengan instruksi langsung kepada para pimpinan OPD untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola kerja dan distribusi tugas dalam unit masing-masing.
“Cukup sudah kelalaian ini. ASN harus digerakkan, diberdayakan, dan dimonitor,” tegasnya.
EHO






























