Demo di Puspem, Sekda Mimika: Bupati-Wabup Hanya Mau Temui ASN, Massa Aksi Tolak

Demo ASN Mimika Rolling Jabatan
Foto Istimewa

Koreri.com, Timika – Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama simpatisan yang tergabung dalam Forum Peduli ASN Kabupaten Mimika menggelar aksi demo damai di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) setempat, di SP3, Jumat (13/3/2026).

Aksi tersebut dikawal sejumlah organisasi, di antaranya Aliansi Pemuda Amungme (APA), Aliansi Pemuda Kamoro (APK), Lemasa, Lemasko, dan OKIA.

Massa aksi menyuarakan aspirasi terkait pelantikan pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika yang dilaksanakan pada 11 Maret 2026 lalu.

Dalam aksinya, massa sejak pagi memilih tetap bertahan hingga sore hari di area kantor Puspem dengan tuntutan agar dapat bertemu langsung dengan Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong untuk menyampaikan aspirasi ASN Amungme dan Kamoro (Amor).

Berdasarkan pantauan di lapangan, situasi sempat memanas beberapa kali karena peserta aksi yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan ASN. Diduga terdapat kelompok lain yang ikut bergabung dalam aksi tersebut.

Sementara itu, merespon tuntutan massa aksi, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Mimika, Abraham Kateyau beberapa kali menyampaikan pesan dari Bupati dan Wakil Bupati kepada pendemo.

Ia menegaskan bahwa pimpinan daerah pada prinsipnya bersedia menerima aspirasi, namun pertemuan hanya diperuntukkan bagi ASN.

“Bupati dan Wakil Bupati bersedia bertemu dengan massa aksi, tetapi yang hadir hanya ASN, karena persoalan ini merupakan urusan internal ASN. Untuk masyarakat umum tentu ada jalur penyampaian aspirasi yang berbeda,” ujar Abraham Kateyau saat menemui massa aksi sebagaimana dikutip kru Koreri.com yang menyaksikan langsung negosiasi Pj Sekda dan massa aksi.

Namun penyampaian tersebut ditolak oleh massa aksi. Mereka tetap meminta Bupati dan Wakil Bupati hadir langsung di lokasi untuk menerima aspirasi yang dibawa ASN Amor.

Pesan serupa juga disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mimika Hasan Kemong. Namun demikian, massa tetap bersikeras menuntut kehadiran langsung pimpinan daerah.

Koordinasi terus dilakukan antara Pj Sekda dengan Bupati dan Wakil Bupati. Hasil koordinasi menegaskan kembali bahwa pimpinan daerah tetap membuka ruang dialog, namun hanya dengan perwakilan ASN.

“Bupati dan Wakil Bupati tetap siap bertemu, tetapi yang hadir hanya ASN,” Kembali tegas Sekda.

Hingga menjelang sore, massa aksi masih bertahan di halaman kantor Puspem.

Untuk meredam situasi, Pj Sekda bersama Kepala Dinas Sosial dan Asisten III Setda Mimika kemudian menawarkan solusi agar aspirasi yang dibawa massa dapat diserahkan kepada mereka untuk diteruskan langsung kepada Bupati dan Wakil Bupati.

“Kami bertiga Sekda, Kepala Dinas Sosial, dan Asisten III menawarkan solusi agar aspirasi ASN Amor diserahkan kepada kami. Selanjutnya akan kami sampaikan langsung kepada Bupati dan Wakil Bupati hari ini juga,” kata Abraham Kateyau.

Setelah melalui diskusi dengan massa aksi, akhirnya koordinator aksi menerima tawaran tersebut. Aspirasi yang disampaikan ASN Amor kemudian diserahkan kepada pihak Pemerintah untuk diteruskan kepada pimpinan daerah.

Koordinator aksi, Elois Kemong, menegaskan bahwa pihaknya tetap berharap dapat bertemu langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka.

“Kami serahkan aspirasi ASN Amor ini.
Tetapi hari Senin kami akan kembali melakukan aksi hingga Bupati dan Wakil Bupati menerima aspirasi kami secara langsung,” tegasnya.

EHO