Koreri.com, Bintuni – Pengurus Muhammadiah resmi mendirikan sebuah perguruan tinggi di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat.
Hadirnya perguruan tinggi swasta pertama di tanah sisar matiti itu merupakan kado istimewa karena bertepatan dengan momen Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Teluk Bintuni ke 22 tanggal 9 Juni 2025.
Berdirinya kampus PTS ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Saint dan Teknologi RI Prof. Dr. Fauzan di Bintuni, Selasa (10/6/2025)
Wakil Ketua II DPR Provinsi Papua Barat (DPRP PB) Syamsudin Seknun, S.Sos., S.H., M.H turut hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan kampus Universitas Muhammadiah Teluk Bintuni (UNIMUTU) tersebut.
Merespon kehadiran kampus baru itu, Syamsudin Seknun menyampaikan apresiasinya sekaligus mendukung penuh proses pembangunannya.
“Saya selaku pimpinan DPR Provinsi Papua Barat dan juga adalah perwakilan dari Daerah Pemilihan 3 melihat bahwa Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dalam hal pengembangan pendidikan ini sudah ada satu langkah yang luar biasa,” ungkapnya kepada awak media, Selasa (10/6/2025).
Kenapa demikian? Karena kehadiran UNIMUTU ini merupakan sebuah mimpi besar daripada masyarakat yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni
“Karena selama ini seperti yang kita pahami bersama bahwa banyak sekali anak-anak Teluk Bintuni yang kemudian setelah tamat SMA, melanjutkan pendidikan yang hampr dipastikan di luar Bintuni karena ketidakadaan kampus,” bebernya.
Namun dengan kehadiran UNIMUTU, pria yang akrab disapa Sase ini mengajak semua lapisan untuk memberikan dukungan baik masyarakat, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Sase kemudian secara khusus menjadikan beberapa hal sebagai titik poin yang harus diperjuangkan bersama di provinsi melalui pokok pikiran Dewan.

Hal ini juga selaras dengan apa yang diinginkan Gubernur Papua Barat.
“Ini kami akan menyampaikan secara resmi lewat lembaga DPR kepada Gubernur Papua Barat untuk kalau bisa Teluk Bintuni melalui Universitas Muhammadiyah yang baru launching tadi itu bisa mendapatkan perhatian khusus,” imbuhnya.
Juga, anak-anak asli Papua yang selama ini tidak bisa mengenyam pendidikan di luar daerah karena persoalan ekonomi bisa mendapatkan kesempatan untuk hal itu.
Politisi NasDem Papua Barat ini juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni yang sudah memberikan perhatian yang luar biasa mulai dari zaman kepemimpinan Alfons Manibuy, kemudian Petrus Kasihiw dan sekarang dilanjutkan oleh Yohanis Manibuy.
“Dan ada satu yang luar biasa juga tadi dari apa yang disampaikan Pak Bupati dalam sambutannya yaitu terkait tentang bantuan pendidikan yang selama ini hanya diarahkan untuk membayar pendidikan seperti SPP dan lain-lain. Nah ini sekarang akan ditambahkan lagi yaitu untuk biaya hidup seperti kos kemudian yang lain-lain. Sehingga ini saya rasa jadi satu terobosan yang luar biasa,” pujinya.
Untuk itu, Sase kembali mengajak semua pihak harus memberikan dukungannya.
“Dan kami di DPR, saya akan komunkasikan dengan teman-teman Dewan dari Dapil 3 sehingga ini menjadi atensi khusus bagi kami bersama-sama untk kita perjuangkan agar menjadi perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi Papua Barat,” harapnya.
KENN






























