Koreri.com, Sarmi – Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), menyampaikan secara terbuka visi, misi, dan program unggulan untuk periode kepemimpinannya 2025–2030 dalam kunjungannya ke Kabupaten Sarmi, Rabu (2/7/2025).
BTM menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) secara adil, berpihak kepada masyarakat adat, serta membangun ekonomi lokal berbasis potensi daerah.
“Sarmi ini kaya. Tanahnya subur, lautnya melimpah, hutannya luas. Tapi belum dikelola maksimal untuk rakyat. Itu yang akan saya benahi,” tegas BTM.
Ia mengajak warga untuk menanam kelapa kembali sebagai komoditas unggulan, sembari berjanji mengaktifkan kembali pabrik minyak kelapa di Sarmi.
“Pabrik ini akan membuka banyak lapangan kerja,” ujarnya.
BTM juga menyoroti empat perusahaan kayu besar di Sarmi. Ia menegaskan bahwa semua hasil kayu harus diolah di tempat, bukan dikirim ke daerah lain.
“Perusahaan besar wajib mempekerjakan lima orang dari lima wilayah adat. Saya akan buat Perda khusus pengelolaan kayu yang berpihak ke rakyat,” katanya.
Di sektor perikanan, BTM merancang pembangunan pabrik pengolahan ikan dengan cold storage, kapal tangkap modern, dan SPBU khusus nelayan. Ia juga memperkenalkan “Kartu Nelayan”, solusi inovatif untuk keluarga nelayan saat cuaca buruk.

Dalam infrastruktur, BTM berjanji membangun jalan dari Mamberamo Raya ke Bogor Timur, serta memperbaiki jalan dan jembatan rusak di Sarmi. Ia juga menyuarakan pentingnya pemekaran wilayah seperti Sarmi Timur, Apawer Raya, dan Bonggo Raya.
“Pemekaran bukan ambisi politik, ini kebutuhan pelayanan publik yang efisien. Saya akan dorong ini bersama DPRD dan kepala daerah,” katanya.
Potensi tambang seperti batubara kelas dunia, nikel, dan emas juga menjadi fokus BTM. Ia berkomitmen membentuk regulasi yang mengedepankan kesejahteraan rakyat.
Di sektor pariwisata, BTM menyebut Pulau Liki dan Pantai Ormafen sebagai destinasi yang harus dikembangkan dengan infrastruktur pendukung dan promosi terpadu.
BTM menutup orasinya dengan penekanan lima prioritas utama: pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, infrastruktur, dan reformasi birokrasi.
Ia menegaskan birokrasi harus bersih dan melayani rakyat, sesuai semangat Otonomi Khusus.
“Orang-orang yang kelola pemerintahan harus takut Tuhan. Kita harus jadi tuan di negeri sendiri. Itulah makna Otsus sejati,” pungkas mantan Wali Kota Jayapura dua periode ini.
BTM mengajak masyarakat Sarmi untuk bersatu memenangkan pasangan BTM–CK, demi Papua yang berdaulat, sejahtera, dan berpihak pada rakyat.
TIM
























