BTM Disambut Meriah di Dawai, Janji Bangun Papua dari Kampung dan Pesisir

BTM Kampung Dawai

Koreri.com, Yapen – Warga dari berbagai kampung di Distrik Yapen Timur, Kabupaten Kepulauan Yapen memadati Kampung Dawai untuk menghadiri kampanye terbatas calon Gubernur Papua nomor urut 1, Benhur Tomi Mano (BTM), Senin (21/7/2025).

Didampingi sang istri, Kristhina Luluporo Mano, serta tim kampanye dan tokoh partai, BTM disambut hangat dengan semangat oleh masyarakat pesisir Dawai. Dalam orasi politiknya, ia menegaskan komitmen membangun Papua dari wilayah pesisir dan kampung.

“Papua harus dibangun dari kampung. Dari pesisir. Dawai tidak boleh tertinggal,” ujar BTM disambut tepuk tangan warga.

BTM menjanjikan struktur pemerintahan provinsi yang adil dan inklusif, dengan memperhatikan representasi wilayah adat, termasuk Saireri. Ia menyebut komposisi Gubernur dari Tabi, Wakil Gubernur dan Sekda dari Saireri sebagai bentuk pemerataan dan penghargaan terhadap keragaman Papua.

Lebih jauh, ia menekankan keterbukaan pemerintahan ke depan.

“Kantor Gubernur itu rumah rakyat. Semua boleh masuk, bahkan yang pakai sandal jepit dan kaos oblong. Tidak ada jarak antara pemimpin dan rakyat,” tegasnya.

Dalam bidang infrastruktur, BTM menjanjikan pengaspalan jalan provinsi dari Serui ke Dawai demi kelancaran distribusi hasil laut dan mobilitas warga. Ia juga berkomitmen membangun cool storage untuk menampung hasil tangkapan nelayan agar bisa diekspor.

“Potensi perikanan di sini luar biasa. Pasir putihnya indah, ikannya banyak. Kita akan kembangkan ini,” ujarnya.

BTM Kampung Dawai2Di bidang pendidikan, BTM mengungkapkan keprihatinan terhadap banyaknya mahasiswa Papua yang putus kuliah akibat minimnya beasiswa. Ia berjanji akan menata sistem beasiswa, termasuk bantuan biaya skripsi untuk mahasiswa tingkat akhir.

“Tidak boleh ada lagi mama-mama tidur di kantor gubernur karena anaknya putus kuliah,” kata BTM dengan nada tegas.

Kebutuhan dasar seperti listrik dan air bersih juga menjadi sorotan. Ia memastikan akan membangun infrastruktur dasar di Dawai.

“Kalau listrik dan air bersih belum ada, itu wajib saya bangun. Itu hak dasar rakyat,” ujarnya.

Menyoal pemekaran wilayah, BTM menilai Yapen Timur sudah layak menjadi kabupaten tersendiri, melihat perkembangan wilayah dan jumlah penduduknya.

Ia juga mengutuk keras segala bentuk intimidasi politik.

“Tidak boleh ada kepala kampung diganti hanya karena beda pilihan. Ini pesta demokrasi, bukan ajang tekanan,” ucapnya lantang.

Di akhir orasi, BTM mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih pada 6 Agustus 2025 dan mendukung pasangan BTM–CK demi perubahan nyata bagi Papua.

Warga Dawai menyambut pidato itu dengan sukacita. Beberapa warga bahkan menari yospan bersama sebagai bentuk dukungan.

“Gubernur seperti ini yang kami butuh. Merakyat, jujur, dan tahu penderitaan kami di kampung,” kata seorang tokoh masyarakat Dawai.

TIM