Lepas Bibit Hiu Belimbing, Gubernur Elkam Larang Pengrusakan Biota Laut di Raja Ampat

Gub PBD Hiu Belimbing R4
Gubernur PBD Elisa Kambu melepasliarkan bibit hiu belimbing ke 57 bertempat di perairan Pulau Kri, Waigeo, Kabupaten Raja Ampat, Rabu (21/1/2026) / Foto : KENN

Koreri.com, Waigeo – Pemerintah Provinsi (Pemorv) Papua Barat Daya (PBD) mendukung penuh pengembangan pesona Raja Ampat menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjungi spot – spot wisata di Kabupaten Bahari ini.

Sebagai bentuk dukungan Pemprov PBD, Gubernur Elisa Kambu turun langsung mengunjungi salah satu spot wisata Raja Ampat di Kepulauan Kri (Papua Diving), Rabu (21/1/2026) untuk melepaskan bibit ikan hiu belimbing ke 57 yang diberi nama Mooring.

Pasalnya ikan hiu belimbing ini hampir punah di perairan Raja Ampat sehingga perlu dilestarikan supaya berkembang biak bertambah banyak.

Kunjungan Gubernur Elisa didampingi Ketua DPRP PBD Ortis Sagrim, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah serta beberapa pejabat lainnya.

“Kalau kita mengikuti kronologis cerita tadi, dapat disampaikan bahwa hiu belimbing ini pada masa lalu populasinya cukup banyak di wilayah perairan kita. Namun seiring waktu, keberadaannya semakin terbatas dan bahkan hampir tidak dijumpai lagi,” ungkap Gubernur Elisa kepada awak media, Rabu (21/1/2026).

Melihat kondisi tersebut, rekan-rekan konservasi dan para pemerhati lingkungan kemudian menggagas upaya pengembangan biakan. Prosesnya tidak mudah. Telur hiu belimbing harus didatangkan dari luar negeri melalui perjalanan yang panjang, penuh tantangan, serta membutuhkan kerja keras dan perjuangan yang luar biasa.

“Proses awalnya pun memakan waktu yang cukup lama. Namun Puji Tuhan, pada 2022 yang lalu, untuk pertama kalinya telur hiu belimbing berhasil tiba di Sorong. Tadi kita semua menyaksikan dan saya pribadi merasa sangat kagum. Di tengah kehidupan sehari-hari yang mungkin kita jalani secara biasa-biasa saja, ternyata masih ada putra-putri bangsa yang luar biasa, yang mendedikasikan hidupnya untuk ikut bertanggung jawab menjaga keberlangsungan spesies hiu ini, agar tetap ada di Indonesia, dan secara khusus tetap hidup di perairan Raja Ampat,” imbuhnya.

Lanjut Gubernur, semua orang mengetahui bahwa Raja Ampat saat ini telah menjadi tujuan wisata baik wisatawan mancanegara maupun domestik. Banyak dari mereka yang datang adalah para penyelam.

Gub PBD Hiu Belimbing R4 2Dan bagi para penyelam, ada dua hal utama yang ingin mereka lihat. Pertama yaitu tempat di mana ikan dapat hidup dengan baik, yaitu terumbu karang yang sehat. Dan kedua, keanekaragaman biota laut yang kaya dan terjaga.

“Puji Tuhan, upaya konservasi ini turut memperkaya keanekaragaman hayati laut kita. Sehingga para penyelam yang datang ke Raja Ampat dapat menikmati pemandangan bawah laut yang luar biasa, khususnya di wilayah ini yang memiliki daya tarik tersendiri,” sambungnya.

Oleh karena itu, Gubernur sekali lagi menyampaikan bahwa ini adalah sebuah upaya yang luar biasa.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, dan juga secara pribadi sebagai Elisa Kambu, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas usaha bersama ini. Harapan kami, apa yang telah dirintis dan dicapai ini dapat terus dijaga dan dirawat secara berkelanjutan,” harapnya.

Gubernur juga ingin menghimbau kepada seluruh masyarakat, baik yang mencari ikan, menyelam, maupun beraktivitas di laut agar perairan ini tidak dinodai dengan praktik-praktik yang merusak, seperti penggunaan bom atau pembuangan sampah ke laut.

Kemudian, apabila memancing untuk kebutuhan rumah tangga, dan jika secara tidak sengaja mendapatkan hiu atau biota laut yang dilindungi lainnya, kami berharap agar dapat dikembalikan ke laut. Hanya dengan cara inilah kita dapat menjaga keaslian dan keindahan Raja Ampat.

Lebih lanjut jelas Gubernur, Raja Ampat saat ini telah menjadi ikon dan menjadi destinasi wisata kelas dunia yang dikenal serta dikagumi masyarakat internasional. Dan kebetulan, kekayaan luar biasa ini berada di Papua Barat Daya, tepatnya di Raja Ampat.

Sebagai warga Papua Barat Daya, khususnya Raja Ampat, dirinya patut berbangga. Namun kebanggaan itu harus dibarengi dengan tanggung jawab untuk menjaga dan melindunginya bersama-sama.

“Terima kasih saya sampaikan kepada seluruh rekan media, para pemerhati lingkungan, rekan-rekan Konservasi Indonesia, serta mitra-mitra pembangunan lainnya yang telah berkomitmen kuat menjaga keaslian Raja Ampat,” ucapnya.

Secara khusus Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada para pengasuh dan anak-anak muda yang telah mendedikasikan diri untuk terlibat secara langsung.

“Tadi saya mendengar istilah yang sangat menyentuh, bukan sekadar “memelihara” atau “menjaga”, tetapi “mengasuh”. Kata ini memiliki makna yang sangat dalam, seperti mengasuh anak sendiri, penuh kasih, tanggung jawab, dan pengorbanan. Ini menunjukkan bahwa kehidupan biota laut ini benar-benar dianggap sebagai bagian dari kehidupan kita sendiri. Betapa luar biasanya dedikasi teman-teman semua. Selamat dan terima kasih atas seluruh niat baik dan kasih yang telah diberikan. Tuhan memberkati semua upaya dan pengabdian kita Bersama,” tukasnya.

KENN